2026年9月10日

Dari pemain tak tergantikan di Inter ke pemain buangan Tottenham dalam 3 tahun — “penerus Zidane” hancur karena sikapnya

“Dalmat? Jenius, jenius sejati! Teknik, visi, kaki kiri—semuanya kelas dunia. Tapi dia punya masalah...

“Dalmat? Jenius, jenius sejati! Teknik, visi, kaki kiri—semuanya kelas dunia. Tapi dia punya masalah di kepalanya, nol profesionalisme, dan banyak masalah di luar lapangan. Dia menghancurkan kariernya sendiri.” — komentar keras ini datang dari striker Italia Christian Vieri.

Ucapan tersebut menggambarkan kisah Stéphane Dalmat, yang dulu digadang-gadang sebagai penerus Zinedine Zidane. Talenta luar biasa yang akhirnya menjadi contoh bagaimana karier bisa runtuh.

Dalmat bersinar di Ligue 1 sebelum bergabung dengan Paris Saint-Germain, namun konflik dengan pelatih membuatnya pindah ke Inter Milan. Di sana, ia sempat tampil gemilang di bawah Marco Tardelli dan bahkan dianggap pemain yang tidak boleh dijual.

Namun, kedatangan Héctor Cúper serta cedera mengubah segalanya. Ia kehilangan posisi dan gagal beradaptasi, terutama dalam aspek defensif.

Saat dipinjamkan ke Tottenham Hotspur, ia sempat bangkit, tetapi cedera kembali mengganggu. Setelah pulih, gaya bermainnya yang egois membuatnya kehilangan kepercayaan tim.

Dalam waktu singkat, dari bintang masa depan menjadi pemain yang terbuang, kisah Dalmat menjadi pelajaran bahwa bakat saja tidak cukup tanpa sikap profesional.

接著讀