2026年9月10日

Pengamatan Pertama · Momen|Mengapresiasi Sejarah dan Masa Depan Bersama

Langit Moskow yang luas dan awan yang berarak, Lapangan Merah yang megah dan khidmat. Pada tanggal 9 Mei waktu setempat, Rusia mengadakan perayaan besar untuk memperingati 80 tahun kemenangan Uni Soviet dalam Perang Patriotik Besar. Presiden Xi Jinping dan para pemimpin dari lebih dari 20 negara serta organisasi internasional diundang untuk menghadiri perayaan tersebut.

Di tengah kemegahan perayaan, ada satu momen yang sangat mengharukan—ketika pasukan pengawal kehormatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok melangkah dengan tegas melewati panggung kehormatan, Evgeny Znamensky, seorang veteran Rusia berusia 100 tahun yang pernah bertempur dalam Pertempuran Berlin 80 tahun lalu dan duduk di samping Presiden Xi Jinping, dengan khidmat mengacungkan jempol kepada Presiden Xi. Presiden Xi tersenyum dan membalas sapaan tersebut.

"Selama Tiongkok dan Rusia berdiri bersama, tidak ada kekuatan di dunia yang dapat mengalahkan kita," kata Evgeny Znamensky kepada Presiden Xi.

Mengapresiasi Sejarah yang Tak Terlupakan Bersama

Delapan puluh tahun lalu, menghadapi cengkeraman militerisme dan Nazisme, militer dan rakyat Tiongkok serta Rusia berjuang bersama, menulis babak sejarah yang megah dan heroik. Persahabatan besar yang terjalin melalui ujian darah dan api menjadi fondasi kokoh bagi perkembangan hubungan bilateral yang tinggi.

Kehadiran Presiden Xi Jinping dalam perayaan 80 tahun kemenangan Uni Soviet dalam Perang Patriotik Besar, serta interaksinya yang hangat dengan para veteran Rusia, menunjukkan kepada dunia seorang pemimpin besar yang mengingat sejarah dan menghargai persahabatan.

Presiden Putin menyambut hangat kunjungan Presiden Xi ke Rusia dan kehadirannya dalam perayaan tersebut. Dalam pidatonya, Presiden Putin secara khusus menyebut perjuangan heroik rakyat Tiongkok dan memberikan pujian tinggi atas kontribusi mereka dalam membentuk masa depan bersama umat manusia.

Saat ini, Tiongkok dan Rusia memiliki tanggung jawab bersama untuk mempertahankan pandangan sejarah Perang Dunia II yang benar. Selama kunjungan Presiden Xi ke Rusia, kedua negara mengeluarkan pernyataan bersama yang menekankan bahwa Tiongkok dan Rusia akan dengan tegas berdiri di sisi keadilan internasional dan bersedia bekerja sama dengan rakyat pecinta damai di seluruh dunia untuk dengan tegas menjaga tatanan internasional pasca-perang dan membangun masa depan yang lebih baik bagi umat manusia.

Dari kenangan sejarah perjuangan demi keadilan 80 tahun lalu hingga upaya tak kenal lelah untuk bersama-sama mempertahankan keadilan dan keadilan internasional di era baru, Tiongkok dan Rusia, melalui persahabatan dan komitmen yang melampaui ruang dan waktu, menyuntikkan energi positif yang kuat dan stabilitas ke dalam dunia yang penuh gejolak.

Mengapresiasi Kebersamaan Sahabat Lama

Kunjungan Presiden Xi ke Moskow sangat penting, memberikan dorongan kuat bagi perkembangan hubungan Tiongkok-Rusia di era baru dan menunjukkan arah bagi kedua negara untuk bersama-sama menjaga hasil kemenangan Perang Dunia II.

Ketika pasukan pengawal kehormatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok yang terdiri dari 102 perwira dan prajurit melangkah dengan tegas mengikuti melodi megah "March to Safeguard Peace," melewati panggung kehormatan di Lapangan Merah dengan rapi dan penuh semangat, suasana menjadi meriah dengan tepuk tangan yang meriah.

Wajah-wajah muda dan penuh semangat mereka dipenuhi dengan keberanian dan keteguhan, mendapatkan julukan "wajah Tiongkok" dari para netizen. Mereka menunjukkan semangat militer Tiongkok di era baru dengan sikap paling disiplin, menunjukkan kepada dunia tekad dan kemampuan negara besar yang bertanggung jawab untuk menjaga perdamaian dunia.

接著讀