Intel Resmi Keluar dari Bisnis Otomotif: Sepuluh Tahun Strategi Gagal, Kalahnya Bukan Hanya dari Horizon Robotics
Baru dua bulan setelah tampil perdana di Pameran Mobil Shanghai 2025 dan mengumumkan kemitraan besar di China, Intel resmi menutup divisi otomotifnya. Meski pernah menggelontorkan USD 15,3 miliar untuk mengakuisisi Mobileye, impian Intel di dunia mobil pintar kini harus dihentikan. Apa yang membuat strategi selama satu dekade ini kandas?
Dari Masuk Penuh Gaya, Keluar Diam-diam
Intel sempat meluncurkan chip SDV baru dan menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan AI China. Namun secara tiba-tiba, perusahaan mengumumkan penutupan divisi otomotif, termasuk pemutusan hubungan kerja di bidang R&D, manajemen proyek, dan teknik. Intel menyatakan fokus baru pada bisnis pusat data dan klien inti—tanda jelas dari mundurnya total dari sektor otomotif.
Mimpi Otonom Kalah oleh Kenyataan Finansial
Sejak masuk ke industri otomotif pada 2015 dan mengakuisisi Mobileye seharga USD 15,3 miliar, hasil yang diperoleh sangat minim. Laporan keuangan 2024 menunjukkan penurunan pendapatan 2% dan kerugian bersih USD 18,7 miliar. Dalam upaya pemangkasan biaya, termasuk penghentian pabrik dan PHK besar-besaran, bisnis otomotif yang belum untung menjadi korban.
Tertinggal Secara Teknologi, Tak Dianggap Pasar
Saat NVIDIA meluncurkan chip Orin dan Thor dengan performa hingga 2000 TOPS, Mobileye masih tertinggal dengan chip EyeQ6 hanya 30–100 TOPS. Pendekatan Mobileye yang serba tertutup tak sejalan dengan kebutuhan otomotif saat ini yang menuntut fleksibilitas dan keterbukaan. Sementara itu, produsen chip lokal seperti Horizon dan Huawei jauh lebih adaptif.
Ditinggal Pabrikan, Tersisih di Pasar
Mobileye kini hanya menguasai 2,9% pasar chip ADAS L2+ di China, jauh tertinggal dari NVIDIA, Tesla, dan Huawei. Di chip kabin, Intel kalah jauh dari Qualcomm, Renesas, dan MediaTek. Merek seperti Geely dan Zeekr pun telah beralih ke NVIDIA, sementara produsen EV lain memilih solusi lokal atau merancang chip sendiri.
Semakin Sempit Ruang Bagi Vendor Chip Pihak Ketiga
Dengan banyak merek seperti BYD, Li Auto, Xiaomi, dan XPeng mengembangkan chip sendiri, ruang bagi pemasok chip generik semakin menyempit. Kejayaan Mobileye dengan pangsa pasar global 36% kini tinggal kenangan.
Penutup:
Intel memang masih memiliki saham Mobileye, tetapi itu saja tak cukup untuk kembali ke peta industri otomotif. Pasar kini dikendalikan oleh pelaku lokal yang cepat, fleksibel, dan mengutamakan kolaborasi terbuka. Model tertutup dan respon lambat Intel tak mampu bersaing. Keluar dari pasar ini bukan hanya soal gagal strategi—tapi juga soal tak sanggup mengikuti logika baru pasar mobil pintar.
Keajaiban Piala Dunia Antarklub! Tim Terlemah Auckland City Tahan Imbang Boca Juniors 1-1
Skuad hanya senilai €4,58 juta mencetak gol pertama dan raih poin pertama, selebrasi luar biasa usai hasil bersejarah
Mengapa Apple Tetap Menang — Bahkan Tanpa Ditenagai AI?
Mengapa Apple Tetap Menang — Bahkan Tanpa Ditenagai AI Apple selalu dikenal sebagai perusahaan yang ...
Rumor Jiyue Ajukan Kebangkrutan Dibantah; Perusahaan Memulai Pra-Restrukturisasi dan Mencari Investor Baru
Menurut laporan Sina Tech pada malam 24 November, rumor yang beredar bahwa “perusahaan terkait Jiyue...
Luar Biasa! Liu Qiangdong Amankan Kerja Sama Besar dengan Li Auto, Kolaborasi dengan Produsen Mobil Terus Mengalir
Tidak heran jika nama Richard Liu kembali jadi sorotan—kali ini lewat kerja sama besar dengan Li Aut...
TSMC Mengungkap Peta Jalan Strategis untuk Masa Depan
Dalam artikel ini, Gordon mengajukan serangkaian pertanyaan yang bersifat visioner kepada TSMC menge...
2026: Gelombang Besar Perombakan Karier! Hinton Peringatkan: “Mula-mula Mereka Mengambil Milikmu—Lalu Kembali untuk Merebut Lebih Banyak.”
Seorang pengembang baru-baru ini membagikan pengalaman yang membuat bulu kuduk merinding di sebuah k...
Di usia 74, Kent Cheng untuk pertama kalinya tantang lari 10K dan unggah ucapan terima kasih kepada “guru” Chow Yun-fat
(Hong Kong, 21 Januari) Hong Kong Marathon 2026 yang digelar setiap tahun telah berlangsung lancar p...
CEO Mercedes-Benz Tolak Pindahkan Kantor Pusat ke AS: Akar Tetap di Jerman
Pada 30 Januari, CEO Mercedes-Benz Ola Källenius menolak usulan pemerintah Trump untuk memindahkan k...
Terseret Sengketa: Akun Resmi WeChat “Qianwen” Dilaporkan Alibaba Lima Kali atas Dugaan Pelanggaran Merek Dagang
AIPress.com.cn melaporkan pada 7 Februari bahwa seorang pemilik akun WeChat Official Account (公眾號) m...
Menuju Penentuan 2026: Perusahaan Roket Swasta Tiongkok Saatnya Menyerahkan Hasil
Sejak November 2014, ketika Dewan Negara Tiongkok menerbitkan Pedoman tentang Inovasi Mekanisme Inve...
Taruhan $20 Miliar NVIDIA di LPU: “Invasi Normandy” di Dunia AI Inference
NVIDIA meluncurkan serangan besar ke ranah AI inference dengan mengintegrasikan Groq Language Proces...
Vivian Lai yang pernah menikah dengan keluarga kaya dan membesarkan anak-anak seorang diri selepas perceraian, terharu hingga menangis saat menyaksikan kelulusan putrinya
(Hong Kong, 29 Maret) Penyanyi Cantopop era 90-an Vivian Lai yang kini berusia 53 tahun, pernah mera...