2026年9月10日

Intel Resmi Keluar dari Bisnis Otomotif: Sepuluh Tahun Strategi Gagal, Kalahnya Bukan Hanya dari Horizon Robotics

Baru dua bulan setelah tampil perdana di Pameran Mobil Shanghai 2025 dan mengumumkan kemitraan besar di China, Intel resmi menutup divisi otomotifnya. Meski pernah menggelontorkan USD 15,3 miliar untuk mengakuisisi Mobileye, impian Intel di dunia mobil pintar kini harus dihentikan. Apa yang membuat strategi selama satu dekade ini kandas?

Dari Masuk Penuh Gaya, Keluar Diam-diam
Intel sempat meluncurkan chip SDV baru dan menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan AI China. Namun secara tiba-tiba, perusahaan mengumumkan penutupan divisi otomotif, termasuk pemutusan hubungan kerja di bidang R&D, manajemen proyek, dan teknik. Intel menyatakan fokus baru pada bisnis pusat data dan klien inti—tanda jelas dari mundurnya total dari sektor otomotif.

Mimpi Otonom Kalah oleh Kenyataan Finansial
Sejak masuk ke industri otomotif pada 2015 dan mengakuisisi Mobileye seharga USD 15,3 miliar, hasil yang diperoleh sangat minim. Laporan keuangan 2024 menunjukkan penurunan pendapatan 2% dan kerugian bersih USD 18,7 miliar. Dalam upaya pemangkasan biaya, termasuk penghentian pabrik dan PHK besar-besaran, bisnis otomotif yang belum untung menjadi korban.

Tertinggal Secara Teknologi, Tak Dianggap Pasar
Saat NVIDIA meluncurkan chip Orin dan Thor dengan performa hingga 2000 TOPS, Mobileye masih tertinggal dengan chip EyeQ6 hanya 30–100 TOPS. Pendekatan Mobileye yang serba tertutup tak sejalan dengan kebutuhan otomotif saat ini yang menuntut fleksibilitas dan keterbukaan. Sementara itu, produsen chip lokal seperti Horizon dan Huawei jauh lebih adaptif.

Ditinggal Pabrikan, Tersisih di Pasar
Mobileye kini hanya menguasai 2,9% pasar chip ADAS L2+ di China, jauh tertinggal dari NVIDIA, Tesla, dan Huawei. Di chip kabin, Intel kalah jauh dari Qualcomm, Renesas, dan MediaTek. Merek seperti Geely dan Zeekr pun telah beralih ke NVIDIA, sementara produsen EV lain memilih solusi lokal atau merancang chip sendiri.

Semakin Sempit Ruang Bagi Vendor Chip Pihak Ketiga
Dengan banyak merek seperti BYD, Li Auto, Xiaomi, dan XPeng mengembangkan chip sendiri, ruang bagi pemasok chip generik semakin menyempit. Kejayaan Mobileye dengan pangsa pasar global 36% kini tinggal kenangan.

Penutup:
Intel memang masih memiliki saham Mobileye, tetapi itu saja tak cukup untuk kembali ke peta industri otomotif. Pasar kini dikendalikan oleh pelaku lokal yang cepat, fleksibel, dan mengutamakan kolaborasi terbuka. Model tertutup dan respon lambat Intel tak mampu bersaing. Keluar dari pasar ini bukan hanya soal gagal strategi—tapi juga soal tak sanggup mengikuti logika baru pasar mobil pintar.

接著讀