2026年9月10日

20 Menit dari Surga ke Neraka: Di María Pamit dari Eropa—Tak Ada Lagi “Malaikat” di Benua Ini

Dalam laga dramatis yang mungkin menjadi salah satu yang paling emosional dalam sejarah sepak bola, ...

Dalam laga dramatis yang mungkin menjadi salah satu yang paling emosional dalam sejarah sepak bola, Ángel Di María, 37 tahun, menutup perjalanannya di sepak bola Eropa. Pada babak 16 besar Piala Dunia Antarklub, Benfica menghadapi Chelsea dalam duel lima jam yang penuh badai petir dan ketegangan jiwa.

Chelsea unggul 1-0 menjelang akhir pertandingan, namun badai mengganggu laga dan membuatnya tertunda selama 106 menit. Usai dilanjutkan di menit ke-86, Di María menjadi penyelamat. Di menit ke-92, handball dari Gusto memberi Benfica penalti. Dengan tenang, Di María mengeksekusinya dan menyamakan skor pada menit ke-95. Itu adalah gol ke-4-nya di turnamen ini—semuanya dari titik putih—dan momen penuh emosi.

Keluarganya bersorak dari tribun, namun kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Di babak tambahan, Benfica mendapat kartu merah dan dalam 9 menit Chelsea mencetak tiga gol lewat Nkunku, Neto, dan Hall. Skor akhir 4-1. Di María tertunduk diam, wajahnya penuh kepedihan—kisah tentang perjuangan, kehormatan, dan pengakhiran yang mengharukan.

Dengan tersingkirnya Benfica, Di María secara resmi menutup kariernya di Eropa. Ia akan kembali ke Rosario Central di Argentina, klub masa kecilnya yang ia tinggalkan tahun 2007 untuk memulai karier globalnya. Setelah 18 tahun, ia meninggalkan jejak yang dalam di Benfica, Real Madrid, PSG, dan Manchester United.

Musim ini pun ia masih bersinar: 44 pertandingan, 19 gol, 10 assist. Di Piala Dunia Antarklub, ia mencetak 4 gol penting. Ia tidak meredup—ia bertarung sampai akhir.

Kini, tak ada lagi “malaikat” di Eropa. Di María menutup tirai karier Eropanya dengan anggun, meninggalkan bukan hanya kenangan, tapi sebuah era.

接著讀