2026年9月10日

Serangan Udara AS ke Fasilitas Nuklir Iran Mulai Membuahkan Hasil? Pentagon Klaim Program Nuklir Iran Tertunda hingga Dua Tahun

Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada 2 Juli waktu setempat mengumumkan bahwa serangan militer ...

Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada 2 Juli waktu setempat mengumumkan bahwa serangan militer terhadap fasilitas nuklir Iran mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan penilaian terbaru, serangan udara presisi yang dilakukan bulan lalu terhadap tiga target nuklir utama di Iran berhasil menunda program nuklir Teheran hingga dua tahun.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, dalam konferensi pers menyatakan bahwa fasilitas yang diserang telah "dihancurkan total," secara signifikan melemahkan kemampuan pengembangan nuklir Iran. Ia mengulangi pernyataan mantan Presiden Trump: “Kami yakin program nuklir Iran telah tertunda satu hingga dua tahun, kemungkinan mendekati dua tahun.”

Namun, penilaian ini dipertanyakan secara tidak langsung oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, baru-baru ini mengatakan bahwa meskipun fasilitas nuklir Iran diserang, kapasitas pengayaan uraniumnya belum sepenuhnya hilang dan berpotensi pulih dalam beberapa bulan. Ia menegaskan bahwa “masalah nuklir Iran tidak dapat diselesaikan hanya melalui cara militer.”

Situasi semakin memanas ketika Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 2 Juli menyetujui penghentian kerja sama dengan IAEA. Para analis menilai keputusan ini akan semakin mempersulit negara-negara Barat dalam memantau perkembangan aktivitas nuklir Iran.

Krisis ini bermula pada 13 Juni saat Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran ke Iran. Iran membalas dengan menutup wilayah udaranya dan melancarkan serangan balik menggunakan rudal dan drone. Amerika Serikat kemudian melakukan serangan ke tiga fasilitas nuklir Iran pada 21 Juni, yang dibalas Iran dengan serangan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid milik AS di Qatar pada 23 Juni. Gencatan senjata sementara antara Israel dan Iran dicapai pada 24 Juni.

Meski krisis nuklir di Timur Tengah sedikit mereda, situasi keamanan regional masih genting dan masa depan program nuklir Iran tetap penuh ketidakpastian.

接著讀