2026年9月10日

Trump Umumkan Penambahan Senjata Pertahanan untuk Ukraina di Tengah Penangguhan Militer Pentagon

Pada malam tanggal 7 Juli 2025, Presiden AS Donald Trump menyatakan dalam acara makan malam di Gedun...

Pada malam tanggal 7 Juli 2025, Presiden AS Donald Trump menyatakan dalam acara makan malam di Gedung Putih bersama Perdana Menteri Israel Netanyahu bahwa AS akan mengirim lebih banyak senjata pertahanan ke Ukraina untuk mendukung kemampuan bela diri negaranya. Pengumuman ini terjadi kurang dari seminggu setelah Pentagon menangguhkan sementara pengiriman beberapa bantuan militer penting, menandakan perubahan sikap AS terhadap dukungan bagi Ukraina.

Trump menekankan, “Mereka harus bisa membela diri. Mereka sedang mengalami serangan hebat, dan kita harus membantu.” Ia menjelaskan bahwa bantuan tambahan ini akan terdiri terutama dari senjata pertahanan yang bertujuan mengurangi korban dalam konflik yang sedang berlangsung.

Selain itu, Trump juga menyatakan kekecewaannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, dengan mengatakan, “Jika saya yang menjadi presiden saat itu, semuanya tidak akan terjadi.”

Juru bicara Pentagon John Kirby kemudian mengonfirmasi bahwa Departemen Pertahanan sedang memberikan senjata pertahanan tambahan kepada Ukraina sesuai arahan presiden, guna membantu rakyat Ukraina melindungi diri mereka sampai tercipta perdamaian abadi dan penghentian pertumpahan darah.

Perlu dicatat bahwa pada tanggal 3 Juli, Gedung Putih mengumumkan penangguhan beberapa pengiriman senjata ke Ukraina karena stok militer AS yang menipis, dengan memprioritaskan kepentingan Amerika. Keputusan ini, yang dilaporkan didorong oleh kepala kebijakan Pentagon Elbridge Colby, dibuat di tengah kekhawatiran tentang menurunnya cadangan amunisi, termasuk rudal Patriot, Sistem Roket Peluncuran Berganda Terpandu (GMLRS), peluru artileri ledakan tinggi, dan rudal Hellfire.

Namun, beberapa orang dalam dan anggota Komite Layanan Militer DPR, Adam Smith, menyatakan bahwa penangguhan tersebut bukan karena kekurangan stok, karena tingkat persediaan saat ini masih mencukupi, melainkan karena belum adanya permintaan pendanaan baru. Keberlanjutan program bantuan Ukraina sangat membutuhkan alokasi anggaran segar.

Sejak krisis Ukraina meningkat pada Februari 2022, AS telah memberikan lebih dari $66 miliar bantuan militer ke Ukraina.

Komitmen baru Trump menandai penyesuaian kebijakan AS yang kompleks terkait bantuan Ukraina, dengan perkembangan masa depan yang akan terus dipantau.

接著讀

Dari Raja Es Krim Menjadi Kenangan: Mengapa Generasi Muda Tak Lagi Memilih Häagen-Dazs

Dulu dianggap sebagai lambang kemewahan rasa dan gaya hidup premium, kini Häagen-Dazs mulai ditinggalkan generasi muda. Saat konsumen semakin rasional dan mengejar nilai guna, bahkan “raja es krim” ini pun tak luput dari tekanan pasar. Penurunan penjualan dan penutupan gerai hanyalah puncak gunung es dari krisis relevansi yang dihadapi Häagen-Dazs—dan mungkin juga peringatan bagi seluruh industri es krim premium.

423 天前

Tragedi di Afrika Selatan: Miliuner 39 Tahun Tewas Ditabrak Gajah di Kawasan Konservasi

Francois Christian Conradi, CEO berusia 39 tahun yang juga pemilik bersama Gondwana Private Game Reserve, tewas secara tragis saat mencoba menggiring sekelompok gajah menjauh dari penginapan wisatawan. Serangan itu berlangsung selama 30 detik dan meninggalkan kondisi yang mengerikan. Pihak konservasi sedang menyelidiki insiden ini dan meminta publik menghormati privasi keluarga korban.

411 天前