2026年9月10日

Trump Bantah Dukung Serangan ke Moskow, Tetapkan Batas Bantuan Militer untuk Ukraina

Pada 15 Juli, Presiden Trump membantah telah mendorong Ukraina menyerang Moskow, dan mengatakan ibu kota Rusia “tidak seharusnya menjadi target.” Ia juga menegaskan AS tidak akan memberi rudal jarak jauh ke Kyiv. Di saat yang sama, Ukraina memperpanjang status darurat militernya untuk ke-16 kalinya, sementara Rusia menyatakan tidak peduli dengan ultimatum 50 hari dari Trump dan tetap membuka diri untuk negosiasi.

Trump Bantah Dorong Serangan ke Moskow, Garisbawahi Batasan Bantuan AS

Presiden AS Donald Trump pada 15 Juli menjawab langsung tuduhan bahwa ia mendukung Ukraina menyerang Moskow. “Moskow seharusnya bukan target,” ujarnya, sekaligus menegaskan bahwa AS tidak akan mengirim rudal jarak jauh ke Ukraina. Saat ditanya apakah ia berpihak pada Ukraina, Trump menjawab, “Saya tidak berpihak pada siapa pun.”

Sebelumnya, Financial Times melaporkan bahwa Trump sempat menyarankan Presiden Zelensky untuk menyerang Moskow dan Saint Petersburg jika AS mengirimkan senjata jarak jauh. Namun, juru bicara Gedung Putih membantah klaim itu dan menyebut laporan tersebut “dipelintir.”

Ukraina Perpanjang Status Darurat, AS Siapkan Gelombang Baru Bantuan Militer

Parlemen Ukraina pada 15 Juli menyetujui perpanjangan status darurat militer dan mobilisasi nasional selama 90 hari hingga 5 November, menandai perpanjangan ke-16 sejak konflik dengan Rusia memanas pada Februari 2022.

Trump sebelumnya mengeluarkan ultimatum: jika Rusia tidak menyetujui gencatan senjata dalam 50 hari, AS akan memberlakukan tarif tinggi. Ia juga mengumumkan pengiriman sistem pertahanan seperti “Patriot” melalui NATO.

Media AS melaporkan bahwa Pentagon juga sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan rudal AGM-158 JASSM dengan jangkauan hingga 1.000 km, yang dapat dipasang pada armada F-16 Ukraina yang terus berkembang.

Bantuan Militer Sebagai Bisnis: Strategi “America First” Kembali Ditekankan

Trump menyatakan bahwa semua biaya pembelian senjata akan ditanggung oleh NATO dan negara-negara Eropa. “Kami tidak keluar uang sepeser pun, hanya menjual senjata,” katanya. Menurut Trump, ini sesuai dengan prinsip “America First” yang ia anut.

Wakil Menteri Pertahanan AS Elbridge Colby memperkuat pernyataan tersebut dengan menulis di media sosial bahwa model aliansi yang adil dan seimbang terbukti berhasil melalui komitmen NATO terhadap Ukraina.

Rusia Tak Terpengaruh, Tetap Terbuka untuk Negosiasi

Di pihak lain, Rusia menanggapi ultimatum AS dengan tenang. Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Dmitry Medvedev menyebutnya sebagai ancaman “dramatis yang tidak berarti.”

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia tetap terbuka untuk mengadakan perundingan langsung dengan Ukraina, namun belum menerima proposal resmi. Meskipun Barat mendorong dialog, Ukraina masih diam.

Analis Rusia memperkirakan Kremlin akan bersikap menunggu dan fokus pada keseimbangan jangka panjang dalam menghadapi tekanan dari AS.

接著讀