2026年9月10日

[Bintang Tak Terduga] Pemain Naturalisasi Saudi, Rahman, Cetak 32 Poin dan Hampir Kalahkan Timnas Tiongkok

[Olahraga Guangdong | 6 Agustus 2025]Dalam pertandingan pembuka babak grup FIBA Asia Cup, timnas Tio...

[Olahraga Guangdong | 6 Agustus 2025]
Dalam pertandingan pembuka babak grup FIBA Asia Cup, timnas Tiongkok nyaris dikejutkan oleh tuan rumah Arab Saudi, hanya menang tipis 93-88. Namun sorotan utama justru tertuju pada pemain yang sebelumnya tak dikenal luas: Mohammad Abdul-Rahman, yang mencetak 32 poin, menjadi kejutan terbesar dalam pertandingan tersebut.

🌟 Siapa Dia? Dari G-League ke Mesin Poin Arab Saudi

Lahir di Pennsylvania, Amerika Serikat, Rahman berasal dari keluarga basket—ayahnya seorang pelatih universitas, dan saudaranya juga bermain basket. Sejak SMA, ia sudah dikenal sebagai bintang lokal dan memilih kuliah di Michigan State University, salah satu kampus dengan tradisi basket kuat di AS. Ia menyelesaikan kuliahnya selama empat tahun dan lulus pada tahun 2018.

Sayangnya, karena usianya yang sudah 24 tahun saat itu dan cedera yang ia alami sebelum draft, Rahman tidak dilirik oleh tim NBA dan akhirnya bermain untuk Cleveland Charge di G-League, tim afiliasi dari Cleveland Cavaliers.

Setelah dua tahun tanpa hasil di Amerika, ia melanjutkan karier ke Eropa. Ia sempat bermain di Polandia, Italia, Turki, dan Spanyol. Musim lalu, ia membela Bilbao Basket dan membantu klubnya lolos dari degradasi serta menjuarai FIBA Europe Cup—gelar bergengsi dalam karier profesionalnya.

🐪 Dinaturalisasi Arab Saudi, Langsung Bersinar di Asia Cup

Sebagai tuan rumah Asia Cup, Arab Saudi menaturalisasi Rahman untuk memperkuat skuadnya. Ia sudah tampil baik di babak kualifikasi dengan rata-rata 16,5 poin per pertandingan, namun saat melawan Tiongkok, ia benar-benar mencuri perhatian: mencetak 32 poin, menjadi tumpuan utama serangan tim.

Meskipun Arab Saudi kalah tipis, penampilan Rahman sangat menonjol. Tembakan jarak jauh yang tajam, penetrasi cepat, dan ketenangan di saat krusial membuat pertahanan Tiongkok kerepotan sepanjang laga.

🏆 Momen Penentu: Rahman Mulai Dikenal di Asia

Sebelum turnamen dimulai, Rahman telah menandatangani kontrak dengan klub Italia, Treviso Basket, dan akan kembali ke liga Eropa setelah Asia Cup. Namun performanya yang memukau di turnamen ini mungkin akan mengubah nasibnya.

Jika bisa terus tampil konsisten, Rahman bukan hanya bisa membawa Arab Saudi melampaui ekspektasi, tetapi juga menaikkan reputasinya di dunia basket internasional.


✅ Kesimpulan:

Rahman bukanlah bintang besar atau nama populer, namun ia adalah tipe pemain yang muncul saat dibutuhkan. Meski Tiongkok menang, sorotan malam itu mungkin justru milik guard berusia 31 tahun ini—yang tengah menulis ulang kisah kariernya di panggung Asia Cup.

接著讀

CEO NVIDIA Jensen Huang: “China Tidak Bergantung pada Chip Kami, Mereka Sudah Punya Kekuatan Komputasi Sendiri”

Menjelang kunjungannya ke Tiongkok, CEO NVIDIA Jensen Huang kembali menanggapi kekhawatiran pemerintah AS terkait ekspor chip ke Tiongkok, khususnya untuk penggunaan militer. Dalam wawancara dengan CNN yang ditayangkan 13 Juli, Huang menegaskan bahwa Tiongkok sudah memiliki kekuatan komputasi mandiri yang sangat besar dan akan menghindari penggunaan teknologi AS karena risiko geopolitik. Ia juga mengkritik pembatasan ekspor AS dan menyerukan ekosistem AI global yang terbuka, dibangun di atas standar teknologi Amerika.

423 天前