2026年9月10日

Bisakah Kripto Bertahan dari Pengetatan Likuiditas TGA 2025?

Poin UtamaPenarikan Likuiditas Besar: Departemen Keuangan AS akan menambah saldo TGA sebesar USD 500...

Poin Utama

  • Penarikan Likuiditas Besar: Departemen Keuangan AS akan menambah saldo TGA sebesar USD 500–600 miliar dalam 2–4 bulan ke depan, dengan target USD 850 miliar.
  • Buffer Keamanan Hilang: Fed terus mengetatkan kebijakan, cadangan RRP hampir habis, pembeli asing mundur, bank tertekan, serta pergeseran cadangan global menjauh dari dolar.
  • Stabilcoin Jadi Korban Pertama: Sebagai “jalur kas” kripto, penyusutan suplai stabilcoin bisa langsung menekan momentum pasar.
  • BTC vs. ETH & Altcoin: Bitcoin mungkin tampil lebih aman, sedangkan ETH dan altcoin berisiko jatuh lebih tajam.

Apa Arti Refill TGA

Treasury General Account (TGA) adalah akun kas pemerintah AS di Federal Reserve. Untuk mengisinya kembali, Departemen Keuangan menerbitkan obligasi baru. Investor membeli obligasi dengan uang tunai, sehingga dana keluar dari sistem keuangan.

Tahun 2023, dampaknya kecil karena ada bantalan: cadangan bank berlebih, lebih dari USD 1 triliun RRP ditarik, dan permintaan asing masih stabil.

Namun pada 2025, kondisinya jauh berbeda:

  • Fed tetap mengetatkan: Neraca menyusut USD 60 miliar/bulan.
  • RRP hampir kosong: Turun dari USD 2 triliun menjadi hanya USD 29 miliar.
  • Pembeli asing mundur: China & Jepang memangkas kepemilikan obligasi jangka panjang.
  • Bank tertekan: Kerugian obligasi belum terealisasi USD 482 miliar + aturan lebih ketat.
  • Cadangan global bergeser: Porsi USD turun jadi 58%, bank sentral menambah emas.

Artinya kali ini likuiditas akan tersedot langsung dari pasar aktif.

Dampak ke Pasar Kripto

Di pasar tradisional, dampaknya berupa biaya pinjaman jangka pendek lebih tinggi.

Di kripto, efeknya lebih cepat karena sangat tergantung pada stabilcoin:

  • Suplai naik → harga kripto naik.
  • Suplai turun → momentum melemah.

Perbandingan historis:

  • 2021: Suplai stabilcoin +16%, harga kripto bertahan.
  • 2023: Suplai –4,15%, ETH jatuh ~13%, BTC masih stabil.
  • 2025: Tanpa bantalan, suplai stabilcoin bisa menyusut lebih dalam, terutama menghantam altcoin.

Catatan penting: stabilcoin kini juga jadi pembeli utama obligasi AS.

  • Tether & Circle memegang lebih dari USD 120 miliar obligasi.
  • Stabilcoin baru seperti USD1 langsung menyalurkan dana cetakan ke pasar obligasi.

Namun skema ini belum cukup untuk mengimbangi penarikan USD 500 miliar.

Timeline yang Mungkin Terjadi

Menurut Delphi:

  1. Agustus–awal Sept: Pasar masih kuat, fase tenang.
  2. Pertengahan–akhir Sept (rapat FOMC): Penerbitan obligasi melonjak, likuiditas mengetat, volatilitas naik.
  3. Akhir Sept–Nov: Fase lelah, suplai stabilcoin turun, volume perdagangan mengecil, kripto lesu (terutama altcoin).
  4. Des–Jan 2026: Tekanan mereda jika penerbitan obligasi melambat, suplai stabilcoin naik → peluang rebound.

Kesimpulan

Refill TGA kali ini jauh lebih berisiko dibanding 2023. Tidak ada bantalan—setiap dolar yang dihimpun langsung menguras likuiditas.

📌 Kripto akan jadi indikator peringatan dini:

  • Jika suplai stabilcoin menyusut di September, itu tanda bahaya sebelum saham & obligasi merasakan tekanan.
  • Urutan kinerja pasar: Saat tertekan → BTC > ETH > Altcoin. Saat pulih → ETH bisa memimpin rebound jika likuiditas kembali.

Pasar kripto berpotensi bergejolak hingga Nov 2025, dengan peluang pemulihan di akhir tahun atau awal 2026.

接著讀