2026年9月10日

Kenaikan Harga Perdana dalam 7 Tahun? Morgan Stanley: Semua Sorotan Tertuju pada Harga iPhone 17 di Peluncuran Apple Pekan Depan

Menjelang peluncuran musim gugur Apple, sorotan investor kini beralih dari sekadar produk baru ke is...

Menjelang peluncuran musim gugur Apple, sorotan investor kini beralih dari sekadar produk baru ke isu yang jauh lebih krusial: harga.

Menurut laporan yang dirilis Morgan Stanley pada 4 September, Apple diperkirakan akan melakukan penyesuaian halus pada lini produknya yang berpotensi menghasilkan kenaikan harga iPhone pertama dalam tujuh tahun. Langkah ini dinilai bisa menjadi katalis positif bagi kenaikan harga saham perusahaan.

Analis Erik W. Woodring memprediksi, meski iPhone 17 series kemungkinan tidak akan membawa kejutan besar dari sisi fitur, strategi penetapan harganya justru bisa menjadi bintang utama acara. Apple diperkirakan tidak akan menaikkan harga secara langsung untuk konfigurasi yang sama, melainkan menggunakan cara yang lebih cerdas untuk meningkatkan harga jual rata-rata (ASP).

Strategi ini berfokus pada dua langkah penting. Pertama, menghapus varian entry-level 128GB untuk iPhone 17 Pro, sehingga kapasitas dasar akan dimulai dari 256GB. Dengan perubahan ini, harga awal Pro naik menjadi USD 1.099, lebih tinggi USD 100 dari generasi sebelumnya (USD 999 untuk 128GB).

Kedua, memperkenalkan model ultra-tipis baru, iPhone 17 Air, dengan harga awal USD 999 (256GB), naik USD 100 dibanding iPhone 16 Plus yang digantikannya. Model ini juga akan tersedia dalam versi 1TB dengan harga USD 1.399, sama dengan model lain berkapasitas tinggi.

Morgan Stanley menilai kenaikan ini disebabkan oleh dua faktor utama: mengimbangi beban biaya dari tarif impor dan kenaikan harga komponen, serta mendorong konsumen untuk memilih model dengan harga lebih tinggi melalui penyesuaian kapasitas penyimpanan.

Bank investasi ini memproyeksikan strategi tersebut dapat mendorong ASP iPhone di tahun fiskal 2026 naik 5% menjadi USD 939, jauh di atas konsensus pasar yang hanya memprediksi kenaikan 1% menjadi USD 910. Hal ini menunjukkan potensi pendapatan dan laba Apple mungkin masih diremehkan, sehingga peluncuran ini bisa menjadi katalis positif bagi saham—berbeda dari tren “sell the news” yang kerap terjadi usai acara Apple.

Kenaikan ini diperkirakan tetap terkendali. Dengan periode upgrade dua hingga tiga tahun, dampaknya terhadap permintaan dinilai tidak akan signifikan.

Dari sisi produk, Morgan Stanley memperkirakan Apple akan merilis iPhone 17, iPhone 17 Pro/Pro Max, dan iPhone 17 Air ultra-tipis yang menggunakan kamera belakang tunggal serta modem C1 buatan Apple. Selain itu, Apple juga diperkirakan memperkenalkan Apple Watch Series 11, Ultra 3, SE 3, dan AirPods Pro 3.

Meski prospek harga positif, proyeksi penjualan tetap konservatif. Baik Morgan Stanley maupun konsensus pasar memperkirakan pengiriman iPhone di tahun fiskal 2026 akan stabil di sekitar 236 juta unit, dengan siklus upgrade rata-rata mendekati lima tahun. Namun, laporan ini juga menyoroti potensi kenaikan. Survei pada Maret 2025 menunjukkan 51% pengguna iPhone di AS “sangat mungkin” melakukan upgrade dalam 12 bulan ke depan—rekor tertinggi—dan 30% tertarik pada model ultra-tipis.

Tetap ada risiko sensitivitas harga. Survei di China pada Juli 2025 mengungkapkan bahwa jika harga iPhone 17 naik 5%, sekitar 25% konsumen mengaku minat upgrade mereka akan berkurang. Namun secara keseluruhan, proyeksi pengiriman dinilai realistis, dengan potensi risiko lebih condong ke arah kenaikan.

Secara historis, acara peluncuran iPhone kerap memicu aksi ambil untung dan penurunan harga saham karena ekspektasi pasar sudah “terhitung” sebelumnya. Tahun ini bisa berbeda. Ekspektasi pasar untuk pertumbuhan pendapatan iPhone tahun fiskal 2026 hanya 4%, jauh di bawah rata-rata historis 9% pada periode 2011–2020.

Jika strategi harga Apple sesuai perkiraan Morgan Stanley, hasil peluncuran iPhone 17 bisa melampaui ekspektasi rendah tersebut, mendorong revisi naik pada proyeksi laba dan menopang performa saham hingga akhir tahun—bahkan mungkin mematahkan “kutukan” peluncuran yang selama ini terjadi.

Morgan Stanley menutup laporan dengan menyatakan, “Jika strategi harga melebihi ekspektasi, acara peluncuran ini bisa menjadi katalis positif, mendorong pemulihan valuasi dan peningkatan kinerja.” Bank tersebut mempertahankan rekomendasi overweight untuk saham Apple, dengan target harga USD 240.

接著讀