2026年9月10日

Nvidia Suntik $100 Miliar ke OpenAI, Siap Dorong Era Baru AI

-

Nvidia, perusahaan teknologi paling bernilai di dunia, resmi mengumumkan investasi hingga $100 miliar (Rp 1.560 triliun; £73 miliar) ke OpenAI, pencipta ChatGPT. Kedua perusahaan menyebut kesepakatan ini sebagai kemitraan strategis untuk mempercepat gelombang berikutnya dari kecerdasan buatan (AI).

Sebagai bagian dari perjanjian, Nvidia akan menyuplai chip berperforma tinggi yang menjadi tulang punggung pemrosesan AI modern. Langkah ini menegaskan betapa pentingnya daya komputasi dalam persaingan global AI, di mana dominasi perusahaan AS mulai ditantang oleh Tiongkok.

“Ini menandai lompatan besar berikutnya dan akan menggerakkan era baru kecerdasan,” ujar Jensen Huang, CEO Nvidia, seraya menjelaskan bahwa dana tersebut akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur AI generasi berikutnya melalui pusat data OpenAI.

Pengumuman ini datang setelah serangkaian langkah berani Nvidia, termasuk investasi $5 miliar ke Intel dan £2 miliar untuk sektor AI di Inggris. Bersama OpenAI, Nvidia juga telah bekerja sama dengan jaringan global raksasa teknologi—termasuk Microsoft, Oracle, SoftBank, dan Stargate—untuk mengembangkan apa yang mereka sebut sebagai “infrastruktur AI paling maju di dunia.”

Namun, arena AI global penuh tantangan. Keunggulan perusahaan-perusahaan AS kini semakin terancam oleh pemain Tiongkok, terutama DeepSeek-R1 yang cepat muncul sebagai pesaing tangguh. Di saat yang sama, Nvidia sendiri menghadapi tekanan geopolitik. Pekan lalu, regulator Tiongkok menuduh perusahaan itu melanggar hukum anti-monopoli, meski tanpa rincian jelas. Beijing juga dilaporkan memerintahkan perusahaan teknologi terbesarnya untuk menghentikan pembelian chip AI Nvidia.

Huang mengaku “kecewa” dalam wawancara dengan BBC, sementara Nvidia juga harus menghadapi tekanan dari Washington. Baru-baru ini, Nvidia dan rivalnya AMD sepakat membayar 15% dari pendapatan mereka di Tiongkok kepada pemerintah AS demi mendapatkan lisensi ekspor, sebagai solusi atas larangan penjualan chip AI ke Tiongkok.

Dengan komitmen raksasa senilai $100 miliar ini, Nvidia menegaskan visinya: membangun sistem AI terkuat di dunia dan memimpin arah kecerdasan masa depan.

接著讀