2026年9月10日

Sidang Sengketa Warisan $1,8 Miliar Wahaha di Hong Kong Berakhir, Banding Zong Fuli Resmi Ditolak

Sidang perebutan warisan senilai 1,8 miliar dolar AS yang ditinggalkan almarhum pendiri Wahaha Group...

Sidang perebutan warisan senilai 1,8 miliar dolar AS yang ditinggalkan almarhum pendiri Wahaha Group, Zong Qinghou, kembali memanas di Pengadilan Tinggi Hong Kong. Dalam putusan terbarunya, hakim resmi menolak permohonan banding yang diajukan oleh putri sekaligus Ketua Wahaha saat ini, Zong Fuli, dan tetap mempertahankan perintah sebelumnya. Dengan demikian, Zong Fuli kembali menghadapi pukulan telak dalam perang warisan lintas daratan Tiongkok dan Hong Kong ini, sementara aset tersebut tetap dibekukan dan konflik semakin meningkat.

Akar permasalahan terletak pada perbedaan mendasar mengenai status hukum aset luar negeri bernilai miliaran dolar yang ditempatkan di HSBC Hong Kong dan dikuasai oleh Zong Fuli serta perusahaan BVI miliknya, Jian Hao Ventures Limited. Tiga orang yang mengaku sebagai anak non-perkawinan Zong Qinghou—Zong Jichang, Zong Jieli, dan Zong Jisheng—menegaskan bahwa dana tersebut merupakan aset trust yang didirikan ayah mereka demi seluruh anak-anaknya. Mereka menyerahkan bukti berupa surat kuasa, perjanjian, dan instruksi tulisan tangan dari Zong Qinghou yang disebutkan dengan jelas menugaskan Zong Fuli sebagai wali amanat, bukan pemilik sah.

Di sisi lain, Zong Fuli menolak keras keberadaan trust tersebut. Tim hukumnya berargumen bahwa aset itu sepenuhnya merupakan milik perusahaan yang dapat digunakan dengan bebas, dan apa yang dilakukan sang ayah hanyalah niat pemberian yang tidak selesai serta tidak memiliki kekuatan hukum.

Gugatan awal diajukan di Pengadilan Menengah Hangzhou untuk mengukuhkan hak trust, sementara di Hong Kong para penggugat meminta perlindungan sementara agar aset tidak dialihkan selama proses panjang. Pada 1 Agustus 2025, Hakim Lam Chi Keung mengeluarkan perintah penting: membekukan dana di akun HSBC dan memaksa Zong Fuli mengungkap detail transaksi serta saldo akun. Zong Fuli menentang putusan ini dan mengajukan banding, namun pada 26 September 2025 pengadilan menolaknya.

Dalam putusan yang panjang, hakim menegaskan bahwa perlindungan sementara sangat diperlukan untuk menjamin aset tetap ada hingga proses di daratan selesai, menilai bukti yang diajukan cukup kuat untuk dibawa ke persidangan penuh, serta menganggap langkah penggugat ke pengadilan Hong Kong adalah wajar. Hasilnya, dana 1,8 miliar dolar tetap dibekukan, dengan sebagian kewajiban pengungkapan tetap berlaku.

Langkah berikutnya, Zong Fuli masih bisa mengajukan permohonan langsung ke Pengadilan Banding Hong Kong. Namun keputusan akhir terkait kepemilikan aset akan ditentukan oleh Pengadilan Menengah Hangzhou.

Kasus warisan keluarga Zong ini jelas melampaui sekadar perselisihan keluarga besar. Ini adalah contoh nyata kerja sama hukum lintas yurisdiksi antara Hong Kong dan daratan, serta menjadi preseden penting dalam menangani sengketa warisan dan perlindungan aset lintas negara. Bagi Wahaha, salah satu perusahaan swasta paling ikonik di Tiongkok, hasil akhir dari kasus ini tidak hanya menyangkut harta keluarga, tetapi juga stabilitas dan reputasi perusahaan di masa depan. Putusan terbaru ini bukanlah akhir, melainkan babak baru dalam pertarungan miliaran dolar yang terus menjadi sorotan publik dan dunia bisnis.

接著讀