Wang Zhizhi Ternyata Benar! Reporter Trail Blazers Ungkap Empat Masalah Besar yang Bisa Menghambat Kebangkitan Besar Yang Hanshen
Menjelang musim baru NBA, para penggemar bola basket Tiongkok punya alasan kuat untuk bersemangat. S...
Menjelang musim baru NBA, para penggemar bola basket Tiongkok punya alasan kuat untuk bersemangat. Setelah bertahun-tahun menanti, akhirnya seorang pemain asal Tiongkok kembali tampil di panggung basket terbesar dunia — yaitu Yang Hanshen, center muda berbakat yang dipilih oleh Portland Trail Blazers.
Dalam dua laga pramusim, perkembangan pesat Yang terlihat jelas, membuat banyak orang menaruh harapan tinggi pada penampilannya musim ini. Namun, jurnalis Trail Blazers Reese Kunz menulis sebuah analisis mendalam yang menyoroti empat masalah utama yang harus diperbaiki oleh Yang agar bisa mencapai potensi penuhnya.
1. Terlalu Banyak Melakukan Pelanggaran
Dalam dua pertandingan pramusim, Yang selalu terkena enam pelanggaran dan harus keluar lebih awal. Baik melawan Warriors maupun Kings, ia terlalu cepat mengumpulkan tiga foul di babak pertama, sehingga pelatih tak bisa memberinya waktu bermain sesuai rencana.
Menurut Kunz, penyebabnya cukup jelas — Yang masih kesulitan dalam duel fisik di bawah ring. Karena belum mampu melakukan positioning dan box-out dengan tepat waktu, ia sering kali harus menebusnya dengan pelanggaran. Selain itu, Yang juga belum sepenuhnya beradaptasi dengan standar dan ritme permainan NBA, yang berbeda jauh dari sistem perwasitan di Tiongkok.
Kunz menilai, agar bisa bermain lebih lama dan konsisten, Yang harus mengubah kebiasaan bertahannya serta belajar membaca gerakan lawan lebih cepat untuk menghindari foul yang tidak perlu.
2. Terlalu Banyak Turnover
Selama Summer League, Yang mencatat rata-rata 3,75 turnover per pertandingan, dan dalam dua laga pramusim, angka itu masih tinggi di 3,5. Meskipun sedikit membaik, hal ini tetap menjadi persoalan serius.
Kunz menjelaskan bahwa jika Yang ingin menjadi penggerak utama serangan Blazers, terutama sebagai fasilitator di high post, ia harus meningkatkan kontrol bola dan pengambilan keputusan. Dengan menekan jumlah turnover, ia akan bisa bermain lebih efisien dan membantu tim menjaga ritme permainan.
3. Kurang Cepat
Kecepatan juga menjadi sorotan besar. Kunz menulis bahwa pelatih kepala Chauncey Billups secara terbuka menyebut laju gerak Yang masih menjadi kelemahan utama. Dalam era basket modern yang serba cepat, seorang center yang lamban akan kesulitan memberikan kontribusi maksimal, baik dalam bertahan maupun menyerang.
Hal ini sejalan dengan komentar legenda basket Tiongkok Wang Zhizhi, yang pada wawancara bulan Mei lalu berkata, “Saya sudah mengatakan langsung pada Yang Hanshen, masalah terbesarnya adalah kecepatan. Ia belum mampu mengikuti tempo permainan era sekarang.”
4. Persaingan Ketat dengan Clingan
Tantangan lain yang dihadapi Yang adalah persaingan internal di posisinya. Setelah Deandre Ayton pindah ke Lakers, Blazers kini menempatkan Donovan Clingan sebagai center utama.
Kunz menilai Clingan kemungkinan besar akan mendapat menit bermain yang signifikan, sementara Billups tidak berencana memakai formasi twin-tower. Kondisi ini berarti waktu bermain Yang akan sangat terbatas, dan ia harus membuktikan dirinya setiap kali dipercaya turun ke lapangan.
Tekanan dari Luar Lapangan
Selain empat aspek teknis tadi, Kunz juga menyoroti faktor penting lain — tekanan media. Karena sudah lama tidak ada pemain asal Tiongkok di NBA, kehadiran Yang akan menjadi sorotan besar. Setiap tindakannya akan diberitakan secara luas, baik dalam konteks positif maupun negatif. Mengelola tekanan publik ini akan menjadi ujian berat baginya.
Banyak penggemar juga secara alami membandingkan Yang Hanshen dengan Yao Ming, legenda besar yang juga berposisi sebagai center. Dalam podcast saat Media Day Blazers, seorang host berkata:
“Mungkin ada yang membandingkan Yang dengan Yao, tapi gaya bermain mereka berbeda. Yao lebih matang secara teknik dan merupakan mesin poin di area low post, sedangkan Yang memiliki gaya yang lebih modern dan fleksibel. Kita belum tahu sejauh mana ia bisa berkembang, tapi jika beberapa tahun lagi kita membicarakan All-Star kelimanya, itu akan menjadi sesuatu yang luar biasa.”
Secara keseluruhan, Yang Hanshen kini berdiri di awal perjalanan besar — penuh tantangan, peluang, dan potensi luar biasa. Jika ia bisa terus belajar, beradaptasi, dan tumbuh di bawah tekanan, bukan tidak mungkin dunia akan kembali menyaksikan lahirnya bintang NBA asal Tiongkok yang baru.
Wrexham Pecahkan Rekor Transfer, Gaet Nathan Broadhead dari Ipswich Senilai £7,5 Juta
Menurut laporan talkSPORT, tim promosi Championship Inggris, Wrexham AFC, yang dimiliki oleh aktor Hollywood Ryan Reynolds, akan menyelesaikan transfer termahal sepanjang sejarah klub dengan mendatangkan striker Nathan Broadhead dari Ipswich Town senilai £7,5 juta.
Main-mainnya Kelewatan! Tiga Hari Habis 500 Ribu, Hobi Aneh Ini Bikin Geleng-Geleng?!
Meskipun sudah lama diketahui bahwa industri hiburan Korea Selatan berada di bawah kendali kuat para...
Italia mengalahkan Spanyol dan meraih tiga gelar beruntun Piala Davis.
(Bologna, AFP) Italia meraih gelar Piala Davis untuk ketiga kalinya secara beruntun pada Minggu (23 ...
Mulai 1 Januari 2026: Dari 5 Menjadi 6 Program Jaminan Sosial—Apa Dampaknya pada Gaji Bersih Anda?
Pada September tahun ini, Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (otoritas jaminan kesehatan...
Tesla Tanggapi Kasus Pembelian Model Y Lama oleh Pelanggan
Pada 28 Desember, Red Star News melaporkan bahwa Ibu Song dari Leshan, Sichuan, memesan Model Y Long...
2-0! Raksasa Portugal, Porto, menaklukkan Aves dengan mudah, meraih kemenangan beruntun ke-8 dan tetap tak terkalahkan dalam 16 pertandingan
Bintang muda Spanyol, Omolodion, mencetak dua gol, ditambah penalti Bega. Porto kini memimpin klasem...
1-0! Milan 20 Laga Tak Terkalahkan, Masih 3 Poin di Belakang Inter; Rekrutan Baru €8 Juta Cetak Gol dalam 3 Menit
Pada 19 Januari, putaran ke-21 Serie A menghadirkan sorotan: AC Milan menang 1-0 atas Lecce di kanda...
Terlilit Utang Ratusan Juta dan Pernah Dikabarkan Memohon Berlutut, Li Yapeng Tetap Menjaga Harga Diri Terakhirnya
Pada Januari 2026 di kawasan Wangjing, Beijing, Li Yapeng berdiri di depan gedung dengan papan nama ...
[Indonesia Masters] Menang dua gim langsung atas ganda putri tuan rumah, Le-Ti lolos ke final untuk dua edisi beruntun
(Jakarta, 24) Semifinal ganda putri Indonesia Masters (Super 500) digelar hari ini. Pasangan Malaysi...
Mantan Kiper Austria Manninger, Pernah Bantu Arsenal Raih Gelar Liga Inggris dan Piala FA, Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Mobil
(Wina, 17 April) Mantan kiper Austria Alex Manninger, yang pernah bermain untuk Arsenal, Juventus, d...