2026年9月10日

Lu Weibing Tanggapi Tuduhan Xiaomi Hanya Andalkan Pemasaran: “Itu Salah Paham — Sekuat Apa pun Promosi, Produk Buruk Tetap Tak Akan Laku”

Pada 17 Oktober, People’s Daily merilis video wawancara bersama Lu Weibing, Partner sekaligus Presid...

Pada 17 Oktober, People’s Daily merilis video wawancara bersama Lu Weibing, Partner sekaligus Presiden Grup Xiaomi, dalam program “Face-Off”. Dalam kesempatan itu, Lu menjawab berbagai kritik yang beredar di internet, termasuk tudingan bahwa “Xiaomi tidak memiliki teknologi murni”, “hanya perusahaan perakitan”, dan “sukses semata karena pemasaran”.

Menanggapi hal tersebut, Lu berkata dengan tegas, “Hakikat produk teknologi konsumen tetap terletak pada inovasi dan kualitas produknya. Pemasaran hanyalah alat untuk memperbesar daya jangkau. Jika produknya tidak bagus, sekuat apa pun strategi pemasarannya, tetap tidak akan laku di pasar.”

Lu menambahkan bahwa keberhasilan Xiaomi berakar pada pemahaman mendalam terhadap pengguna dan inovasi teknologi yang berkelanjutan. “Dalam tiga bidang utama kami—smartphone, kendaraan, dan rumah pintar—kami terus menghadirkan inovasi produk yang luar biasa. Jadi, menyebut Xiaomi hanya sebagai perusahaan pemasaran adalah sebuah kesalahpahaman besar. Di balik itu semua, yang sebenarnya mendorong kami adalah kekuatan teknologi.”

Ia juga mengungkapkan bahwa investasi riset dan pengembangan (R&D) Xiaomi tahun ini mencapai sekitar 30 miliar yuan, hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2020. Lu berharap publik bisa lebih memperhatikan komitmen Xiaomi dalam pengembangan teknologi dan inovasi produk yang berkelanjutan.

Menjawab isu “pabrik perakitan”, Lu mengakui bahwa pada awalnya, semua ponsel Xiaomi memang diproduksi oleh pihak ketiga. “Bahkan Apple hingga kini tidak memiliki pabrik sendiri; seluruh produk mereka juga dibuat melalui sistem kemitraan manufaktur,” ujarnya. “Model produksi ini justru mencerminkan pembagian kerja industri yang paling efisien. Setiap perusahaan fokus pada keahliannya masing-masing. Kami pun tetap melakukan pengawasan dan manajemen terhadap mitra pabrik kami. Dan sejak tahun lalu, Xiaomi telah memiliki dua pabrik produksi milik sendiri.”

Menutup wawancara, Lu juga menanggapi perbandingan antara Xiaomi 17 dan iPhone 17. Ia menegaskan bahwa Xiaomi memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap Apple, yang dianggap sebagai pesaing tangguh sekaligus panutan dalam industri. “Kami selalu belajar dengan rendah hati dari Apple,” ujar Lu, “dan terus berusaha menjadi lebih baik dengan belajar dari yang terbaik.”

接著讀