2026年9月10日

Malaysia Umumkan Larangan Media Sosial bagi Pengguna di Bawah Usia 16 Tahun

Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi, mengumumkan pada hari Minggu bahwa pemerintah berencana melarang...

Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi, mengumumkan pada hari Minggu bahwa pemerintah berencana melarang penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun mulai tahun depan. Selain itu, seluruh platform diwajibkan menerapkan verifikasi identitas elektronik secara penuh pada tahun 2026. Langkah ini membuat Malaysia mengikuti jejak Australia dalam membangun salah satu sistem perlindungan digital anak paling ketat di dunia, dengan tujuan mengurangi risiko perundungan siber, penipuan online, dan paparan konten berbahaya.

Peraturan Australia sendiri mulai berlaku pada 10 Desember. Platform seperti Facebook dan TikTok dapat dikenai denda hingga 49,5 juta AUD (sekitar 32 juta USD) jika gagal mengambil langkah memadai untuk mencegah pendaftaran pengguna di bawah umur. Meta telah mengumumkan bahwa pihaknya akan mulai menutup akun yang tidak sesuai aturan mulai 4 Desember. Pemerintah Malaysia menyatakan sedang mempelajari mekanisme penegakan hukum Australia dan mempertimbangkan persyaratan unggah dokumen resmi seperti KTP atau paspor sebagai verifikasi usia.

Upaya global untuk memperketat pengawasan media sosial bagi anak-anak kini semakin meluas.
Di Uni Eropa, negara-negara seperti Prancis dan Spanyol sedang menguji sistem verifikasi usia berbasis identitas digital. Di Amerika Serikat, TikTok, Google, dan Meta menghadapi gugatan dari sejumlah negara bagian atas dugaan memperburuk krisis kesehatan mental remaja. Regulasi di berbagai negara mulai mengakui bahwa algoritma rekomendasi dapat menimbulkan risiko sistemik bagi anak dan remaja.

Persyaratan ketat ini juga berdampak pada kreator konten. YouTuber Jordan Barclay, yang memiliki 23 juta pengikut, mengungkapkan bahwa ia mempertimbangkan pindah dari Melbourne karena khawatir kehilangan dukungan dari pengiklan. Para pengkritik juga memperingatkan bahwa pelarangan menyeluruh dapat mendorong remaja mencari alternatif di platform tidak resmi yang minim pengawasan, sehingga memunculkan risiko privasi baru.

接著讀

U.S. Government Can’t “Cut Off” Musk’s SpaceX: Billion-Dollar Contracts “Indispensable,” Subsidy Row Revived

On July 19, the Wall Street Journal reported that U.S. officials reviewing Elon Musk’s Space Exploration Technologies Corp. (SpaceX) federal contracts concluded they cannot cancel most of them because they are “vital” to the Department of Defense and NASA. The announcement comes after former President Trump threatened in early June to sever ties over Musk’s lucrative subsidies, igniting a fresh debate over the government’s reliance on SpaceX.

417 天前