Malaysia Umumkan Larangan Media Sosial bagi Pengguna di Bawah Usia 16 Tahun
Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi, mengumumkan pada hari Minggu bahwa pemerintah berencana melarang...
Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi, mengumumkan pada hari Minggu bahwa pemerintah berencana melarang penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun mulai tahun depan. Selain itu, seluruh platform diwajibkan menerapkan verifikasi identitas elektronik secara penuh pada tahun 2026. Langkah ini membuat Malaysia mengikuti jejak Australia dalam membangun salah satu sistem perlindungan digital anak paling ketat di dunia, dengan tujuan mengurangi risiko perundungan siber, penipuan online, dan paparan konten berbahaya.
Peraturan Australia sendiri mulai berlaku pada 10 Desember. Platform seperti Facebook dan TikTok dapat dikenai denda hingga 49,5 juta AUD (sekitar 32 juta USD) jika gagal mengambil langkah memadai untuk mencegah pendaftaran pengguna di bawah umur. Meta telah mengumumkan bahwa pihaknya akan mulai menutup akun yang tidak sesuai aturan mulai 4 Desember. Pemerintah Malaysia menyatakan sedang mempelajari mekanisme penegakan hukum Australia dan mempertimbangkan persyaratan unggah dokumen resmi seperti KTP atau paspor sebagai verifikasi usia.
Upaya global untuk memperketat pengawasan media sosial bagi anak-anak kini semakin meluas.
Di Uni Eropa, negara-negara seperti Prancis dan Spanyol sedang menguji sistem verifikasi usia berbasis identitas digital. Di Amerika Serikat, TikTok, Google, dan Meta menghadapi gugatan dari sejumlah negara bagian atas dugaan memperburuk krisis kesehatan mental remaja. Regulasi di berbagai negara mulai mengakui bahwa algoritma rekomendasi dapat menimbulkan risiko sistemik bagi anak dan remaja.
Persyaratan ketat ini juga berdampak pada kreator konten. YouTuber Jordan Barclay, yang memiliki 23 juta pengikut, mengungkapkan bahwa ia mempertimbangkan pindah dari Melbourne karena khawatir kehilangan dukungan dari pengiklan. Para pengkritik juga memperingatkan bahwa pelarangan menyeluruh dapat mendorong remaja mencari alternatif di platform tidak resmi yang minim pengawasan, sehingga memunculkan risiko privasi baru.
88% Pasokan Bitcoin Cuan, Harga Siap Melonjak?
Sebagian besar investor BTC kini menikmati keuntungan, berpotensi mendorong harga ke level lebih tinggi.
U.S. Government Can’t “Cut Off” Musk’s SpaceX: Billion-Dollar Contracts “Indispensable,” Subsidy Row Revived
On July 19, the Wall Street Journal reported that U.S. officials reviewing Elon Musk’s Space Exploration Technologies Corp. (SpaceX) federal contracts concluded they cannot cancel most of them because they are “vital” to the Department of Defense and NASA. The announcement comes after former President Trump threatened in early June to sever ties over Musk’s lucrative subsidies, igniting a fresh debate over the government’s reliance on SpaceX.
Alibaba Tambah Investasi Rp 8.000 Triliun di AI: Masih Berapa Amunisi Tersisa?
Pada ajang 2025 Yunqi Conference, CEO Alibaba Wu Yongming mengumumkan bahwa perusahaan tengah memper...
Tanpa Gelandang Bertahan Sejati, Manchester City Main “Gaya Nekat”! Dua Kemenangan Beruntun, Cetak 8 Gol tapi Kebobolan 6
Sejak Rodri—peraih Ballon d’Or—mengalami cedera serius, kondisinya terus menurun dan sulit kembali k...
Panduan Bertahan Hidup di AS 2026: Berpakaian Tak Menarik, Bicara dengan Hati-hati
Jika di masa depan platform video pendek membuka zona R18, kemungkinan besar itu karena video penega...
Riset rekrutmen AI yang “gila”: memprediksi pencapaian karier seumur hidup hanya dari foto.
Sistem rekrutmen berbasis AI yang kini jadi “standar” di banyak perusahaan besar Silicon Valley mula...
Dari Kreasi Mandiri hingga Fenomena Viral: Siapa Sebenarnya Penonton Acara Varietas Buatan Amatir?
Ke depan, baik acara varietas yang dipimpin oleh platform maupun yang lahir dari kreativitas individ...
Ma Xiaomei Unggah Foto Maternity saat Valentine—Mesra Pamer Kemesraan dengan Wang Xiaofei
(Beijing, 15 Feb) Wang Xiaofei dan istrinya, Mandy Ma, akan segera memasuki tahun kedua pernikahan m...
15 Hari, Dua Gelar! Zhao Xintong (28) Hancurkan “Lampu Ajaib” Higgins (50)
Pada dini hari 23 Februari, bintang snooker China berusia 28 tahun, Zhao Xintong, menjuarai Players ...
Quan Hongchan mengungkapkan bahwa dirinya sempat terbebani masalah berat badan, bahkan setelah Olimpiade Paris ia pernah berpikir untuk pensiun, kisahnya pun mengundang perhatian dan simpati publik.
(Beijing, 31 Maret) Atlet loncat indah Tiongkok sekaligus peraih medali emas Olimpiade, Quan Hongcha...