Dana Abadi Harvard Tambah Investasi Bitcoin, Waktu Masuk Kurang Tepat
Dana abadi Harvard University meningkatkan kepemilikan sahamnya di iShares Bitcoin Trust ETF senilai...
Dana abadi Harvard University meningkatkan kepemilikan sahamnya di iShares Bitcoin Trust ETF senilai hampir 500 juta dolar AS, tepat sebelum harga Bitcoin mulai turun. Hingga kuartal ini, harga Bitcoin telah turun lebih dari 20%, dan rebound terakhir belum menutupi kerugian.
Dari 4,9 juta saham yang dibeli kuartal lalu, jika dibeli pada titik terendah, biaya sekitar 294 juta dolar AS, kini bernilai sekitar 255 juta dolar AS—kerugian sementara sekitar 14%. Namun, jumlah ini hanya kurang dari 1% dari total dana abadi Harvard senilai 57 miliar dolar AS.
Langkah ini menunjukkan semakin populernya adopsi cryptocurrency di kalangan investor institusional. Universitas lain, seperti Brown dan Emory, juga memiliki posisi Bitcoin kecil dengan dampak terbatas.
Bagi investor jangka panjang seperti dana abadi, kerugian sementara tidak menjadi masalah jika harga akhirnya naik kembali. Namun, volatilitas tinggi cryptocurrency tetap menghadirkan risiko signifikan untuk kepemilikan jangka panjang.
Raup Untung 10 Miliar, Bakar 1 Triliun: Mitos Daya Komputasi OpenAI — Nvidia Hujani Dana, AMD Bagikan Saham, dan Seluruh Silicon Valley Ikut Berlari
20 Reaktor Nuklir dan 1 Triliun Dolar: Gelembung AI Terbesar dalam Sejarah yang Ditiup oleh OpenAI! ...
Makin Panas! Media Indonesia Desak FIFA Selidiki Ma Ning — “Terlalu Mencurigakan, Selalu Picu Kontroversi!”
Dalam laga sengit babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Indonesia harus menelan keka...
[Komentar] Penutupan Kastam Hainan di China: Syarikat Malaysia Mana Dijangka Raih Manfaat?
Baru-baru ini, Zon Perdagangan Bebas Hainan di China telah secara rasmi melaksanakan dasar “penutupa...
Liga Inggris: Tottenham Menang Tipis 1-0 di Kandang Crystal Palace
Pada 29 Desember pukul 08:00, di pekan ke-18 Liga Inggris, Tottenham Hotspur meraih kemenangan tipis...
Kontroversial! Yang Hansen baru masuk di 134 detik terakhir dan cetak 4 poin, padahal Blazers unggul 32 tapi masih memakai pemain inti.
Pada 6 Januari (waktu Beijing), Portland Trail Blazers menjamu Utah Jazz dalam laga musim reguler NB...
Terharu! Lebih dari 10.000 Fans Chelsea Tiga Kali Menggema Nama Abramovich dalam 6 Hari: Aset £5,3 Miliar Masih Dibekukan Selama 3 Tahun
Pada dini hari 11 Januari, Chelsea bertandang ke markas Charlton dalam putaran ketiga Piala FA. Di b...
Tindakan Tak Terpuji: Pemain Vietnam Memukul Bayhati dan Menolak Meminta Maaf kepada China, Pemain Lain Lolos dari Hukuman Meski Bertindak Kasar
Pada 21 Januari, laga semifinal Piala Asia U23 mempertemukan Vietnam U23 dan China U23, dengan hasil...
Insinyur Mulai Bekerja untuk AI—dan Mengaku ‘Ketagihan’
Jika Anda terbiasa memberi perintah kepada AI, ini mungkin terdengar mengejutkan: kini AI justru mul...
Muncul langka di Hong Kong, kondisi terbaru Ha Yu (80) terungkap—terlihat sehat dan sedikit lebih berisi.
(Hong Kong, 5 Februari)Aktor senior eks TVB dan peraih gelar Aktor Terbaik, Ha Yu, kini berusia 80 t...
Tak Terduga! Quan Hongchan Muncul di Ujian Kimia SMA Amerika—Aksi “Splash-Disappearing” Tuai Pujian Kreatif, Kebanggaan Tiongkok
Baru-baru ini, seorang netizen yang sedang menempuh studi di Amerika Serikat membagikan sebuah ungga...
⚔️ Der Klassiker: Serangan Tajam Bayern vs Tembok Kokoh Dortmund
Signal Iduna Park kembali memanas saat Borussia Dortmund menjamu Bayern Munich dalam laga klasik Jer...
Grup idola pria Korea yang baru debut selama tiga bulan langsung terseret kontroversi, setelah anggotanya, Kim Geon-woo, diduga menghina staf perempuan dengan kata-kata merendahkan seperti “gemuk”.
(Seoul, 9 April) Boy group K-pop pendatang baru ALPHA DRIVE ONE (ALD1), yang baru tiga bulan debut, ...