2026年9月10日

Pertarungan Merek Dagang TPU Dimulai: Tachyum Desak Google Hentikan Penggunaan Singkatan TPU

IT Home melaporkan pada 9 Desember bahwa perusahaan desain prosesor serbaguna asal Amerika Serikat, ...

IT Home melaporkan pada 9 Desember bahwa perusahaan desain prosesor serbaguna asal Amerika Serikat, Tachyum, pada 8 Desember waktu setempat di Las Vegas, Nevada, secara resmi mengumumkan langkah tegas untuk mempertahankan hak penggunaan merek dagang terdaftar “TPU”. Perusahaan tersebut secara terbuka menuntut Google agar menghentikan penggunaan singkatan “TPU” di ranah kecerdasan buatan, menandai dimulainya sengketa merek dagang yang kini menjadi sorotan industri.

Bagi Tachyum, “TPU” merupakan singkatan dari “Tachyum Processing Unit”, yang merujuk pada IP perangkat keras inferensi AI untuk Internet of Things dan edge computing yang dapat dilisensikan ke pihak lain. Perusahaan ini pertama kali mengajukan permohonan merek dagang “TPU” pada tahun 2015, dan secara resmi memperoleh hak merek tersebut sejak Oktober 2020, menjadikannya salah satu pemegang klaim paling awal atas penggunaan istilah “TPU” di bidang perangkat keras komputasi.

Sementara itu, “TPU” versi Google merupakan singkatan dari “Tensor Processing Unit”. Produk generasi pertamanya mulai digunakan pada tahun 2015 dan kemudian diumumkan secara resmi dalam konferensi pengembang Google I/O tahun 2026. Pada November tahun ini, Google juga mengajukan permohonan pendaftaran merek untuk “Google TPU”, yang semakin memperuncing ketegangan antara kedua belah pihak.

Tachyum menegaskan bahwa kedua perusahaan sama-sama beroperasi di pasar AI, sehingga penggunaan ganda istilah “TPU” berpotensi besar menimbulkan kebingungan. Pendiri sekaligus CEO Tachyum, Radoslav Danilak, menyatakan bahwa penggunaan “TPU” oleh Google tanpa izin merupakan bentuk pelanggaran merek dagang, menciptakan kebingungan di pasar, serta secara langsung merugikan prospek bisnis Tachyum di industri AI yang sedang berkembang pesat.

接著讀