2026年9月10日

Sayang Sekali: Legenda Timnas Tiongkok Berusia 36 Tahun Tinggalkan Klub, Citra Tercoreng Usai Insiden dengan Suporter, Kini Sulit Temukan Pelabuhan Baru

Bursa transfer musim dingin Liga Super China (CSL) segera dibuka, dan gelombang pemain pun mulai ber...

Bursa transfer musim dingin Liga Super China (CSL) segera dibuka, dan gelombang pemain pun mulai bersiap mencari pelabuhan baru. Berdasarkan laporan media lokal, kapten berpengalaman Beijing Guoan sekaligus mantan bek utama tim nasional China, Wang Gang, dipastikan akan berpisah dengan klub. Dengan kontraknya yang mendekati akhir, ia berpeluang masuk pasar sebagai pemain bebas transfer.

Nama Wang Gang pernah identik dengan bek lokal papan atas. Namun kini, arah langkah berikutnya justru dipenuhi tanda tanya. Faktor usia, ditambah ketegangan yang sempat memanas dengan suporter pada musim lalu, membuat peluangnya mendapatkan klub baru menjadi jauh lebih sulit diprediksi.

Kontrak Wang bersama Guoan memang akan segera berakhir. Sebelumnya, kedua pihak sempat menjalani pembicaraan perpanjangan kontrak, tetapi dari perkembangan terbaru, negosiasi tersebut tampaknya berakhir tanpa kesepakatan. Hasil ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan: di usia 36 tahun, Wang sudah berada di fase akhir karier, sementara Guoan tengah mendorong strategi pembentukan skuad yang lebih jelas berorientasi pada “peremajaan”.

Musim lalu, Wang dimainkan sebagai bek tengah maupun bek kanan, tetapi performanya tidak lagi konsisten menonjol. Seiring penurunan kondisi fisik, kecepatan dan daya ledak yang dulu menjadi ciri khasnya terlihat menurun. Ia pun semakin mengandalkan pengalaman dan penempatan posisi—nilai yang tetap penting, namun pada saat yang sama membuat perannya di tim perlahan menyusut.

Titik balik besar lainnya terjadi setelah kekalahan telak 0–6 Guoan di kandang Shandong Taishan. Seusai laga, Wang terlibat konfrontasi panas dengan suporter Beijing. Situasi disebut tak berhenti pada adu mulut dan bahkan nyaris memicu kontak fisik. Meski klub dan Wang telah menyampaikan permintaan maaf, insiden itu terlanjur menggerus reputasinya di mata fans, dan citra “kapten teladan” yang melekat lama pun runtuh.

Setelahnya, muncul pula pemandangan yang jarang terjadi: Wang mendapat sorakan negatif di laga kandang. Bagi pemain yang pernah mengenakan ban kapten, itu jelas momen yang berat. Sejak saat itu, kesan bahwa kisahnya bersama Guoan sudah mendekati garis akhir semakin sulit dibantah.

Wang Gang mengabdi selama tujuh tahun di Beijing Guoan, berkembang dari starter penting menjadi kapten tim, dan tahun ini turut membantu klub meraih gelar Piala FA. Dalam sejarah Guoan, namanya jelas memiliki tempat tersendiri. Karena itu, kenyataan bahwa sosok berjasa seperti dirinya mungkin tidak bisa menutup karier di klub ini terasa benar-benar disayangkan.

Kini pertanyaan terbesar adalah: ke mana langkah Wang selanjutnya? Pada Februari tahun depan, ia akan genap berusia 37 tahun. Di CSL saat ini—baik tim penantang gelar maupun tim yang berjuang lolos degradasi—klub cenderung enggan memberi peran besar kepada pemain berusia senior, kecuali ia mampu menunjukkan performa yang benar-benar menonjol. Jika melihat kondisi permainan Wang sepanjang tahun ini, pembuktian tersebut jelas bukan perkara mudah.

Karena itu, bila Wang tiba-tiba memutuskan pensiun pada bursa transfer musim dingin ini, keputusan tersebut kemungkinan tidak akan terlalu mengejutkan.

接著讀