2026年9月10日

Di Balik Kekalahan Menyakitkan 0–4, Masa Depan Ada di Tangan Kami — Wawancara Eksklusif dengan Pelatih Kepala Timnas U23 China, Antonio

JEDDAH, Arab Saudi, 24 Januari (Xinhua) — Ketika peluit akhir dibunyikan, papan skor menunjukkan ang...

JEDDAH, Arab Saudi, 24 Januari (Xinhua) — Ketika peluit akhir dibunyikan, papan skor menunjukkan angka 0–4. Pada malam 24 Januari, tim nasional U23 China harus mengakui keunggulan juara bertahan Jepang di final Piala Asia U23. Hasil ini memang terasa pahit, namun tidak mampu menutupi cahaya, semangat juang, dan harapan yang ditunjukkan oleh skuad muda China sepanjang turnamen. Usai laga, Xinhua mewawancarai pelatih kepala Antonio. Pelatih asal Spanyol itu tidak menghindar dari rasa kecewa atas kekalahan, tetapi lebih memilih berbicara tentang pertumbuhan tim dan masa depan yang menjanjikan.

“Skornya terlihat berat, tetapi jaraknya memang nyata”

Menanggapi skor 0–4 yang tampak timpang, Antonio menunjukkan sikap yang objektif sekaligus penuh determinasi. “Pertama-tama, dua gol awal lawan benar-benar menjadi pukulan berat bagi kami,” ujarnya melalui penerjemah. Ia mengakui bahwa pada malam itu keberuntungan tidak berpihak pada China. “Dua gol terjadi karena defleksi, itu jelas kurang beruntung, ditambah lagi sebuah penalti.”

Meski demikian, Antonio menegaskan bahwa timnya juga mampu menciptakan beberapa peluang mencetak gol, hanya saja gagal dimaksimalkan. Menurutnya, skor 0–4 “sedikit berlebihan”, meskipun ia tidak menampik bahwa terdapat perbedaan kekuatan antara kedua tim.

“Kami menghadapi lawan yang memang lebih kuat, dengan pemain-pemain berlevel dunia,” kata Antonio dengan jujur. Baginya, bertanding melawan tim sekelas Jepang memiliki nilai tersendiri. Walaupun kalah di final, ia menilai perjalanan China sepanjang Piala Asia U23 patut diapresiasi dan sangat menggembirakan.

Berbuah hasil, masa depan menjanjikan

Skuad U23 ini jelas membawa jejak kuat kepelatihan Antonio. Selama beberapa tahun terakhir, ia menyaksikan para pemain ini berkembang layaknya seorang orang tua melihat anak-anaknya tumbuh dewasa. Ketika ditanya apakah pencapaian di Piala Asia ini merupakan momen “berbuah hasil” dari kerja keras bertahun-tahun, Antonio menjawab dengan tegas.

“Tanpa ragu. Semua orang sudah melihat keberhasilan kami di turnamen ini,” ujarnya. Dengan pemahaman mendalam terhadap para pemainnya, Antonio menyaksikan sendiri kemajuan signifikan yang mereka capai melalui proses pembinaan yang panjang. Lebih penting lagi, ia menekankan bahwa perkembangan ini tidak hanya milik satu generasi. “Kami tahu, di masa depan akan muncul pemain-pemain yang bahkan lebih baik.”

Sebagai tim unggulan keempat yang mampu melaju hingga final, China memberikan kejutan besar. Namun, Antonio tetap memiliki pandangan yang realistis mengenai posisi sepak bola China di Asia saat ini.

“Target kami adalah terus menghadapi tim-tim kuat dalam pertandingan berintensitas tinggi,” jelasnya. “Dengan cara itu, sedikit demi sedikit, jarak kami dengan mereka akan semakin menyempit.”

Kerja jangka panjang tersebut kini mulai membangun kembali kepercayaan publik terhadap sepak bola China. Antonio mengungkapkan kepuasannya karena performa tim telah “membangkitkan kembali antusiasme ratusan juta penggemar sepak bola China”, sekaligus meletakkan fondasi yang kokoh bagi perkembangan sepak bola di masa depan.

Pesan Tahun Baru: bangga atas keteguhan mereka

Menjelang Tahun Baru Imlek, Antonio diminta menyampaikan pesan kepada para pemainnya. Jawabannya sederhana namun penuh emosi: “Saya bangga pada mereka.”

Kebanggaan itu, menurutnya, tidak hanya datang dari perjuangan di atas lapangan, tetapi juga dari ketekunan di balik layar. Demi mempersiapkan turnamen ini, tim menjalani periode pemusatan latihan yang panjang dan melelahkan, dengan disiplin serta prinsip tim yang ketat. “Ini adalah masa persiapan yang sangat panjang dan berat,” kata Antonio. “Kami memiliki aturan dan standar sendiri, dan para pemain mematuhinya sepenuhnya. Itu bukan hal yang mudah.”

Kekalahan 0–4 jelas bukan akhir yang diimpikan oleh tim nasional U23 China. Namun, seperti yang ditegaskan Antonio, “Kami memiliki masa depan, dan itu adalah kabar terbaik.” Pelajaran dari kekalahan, pemahaman atas jarak yang harus dikejar, serta kekompakan dan disiplin yang terbangun selama proses latihan, menjadi sumber harapan paling nyata bagi sepak bola China.

接著讀