Lonjakan Emas Malaysia Berlanjut Berkat Cabang Loncat Indah, Hoki, dan Balap Sepeda
(Bangkok, 19) Kontingen Malaysia kembali mencatat lonjakan emas di SEA Games, dengan kabar baik data...
(Bangkok, 19) Kontingen Malaysia kembali mencatat lonjakan emas di SEA Games, dengan kabar baik datang dari beberapa cabang. Di loncat indah, pasangan muda Malaysia sukses merebut emas pada hari terakhir pertandingan melalui nomor sinkron 10 meter putri. Nurul Farisha (16) dan Noe Alissa Raniah (20) menjadi juara dan menghadirkan emas ke-53 bagi Malaysia pada edisi kali ini.
Duet Malaysia mengumpulkan total 248,4 poin dalam lima ronde, mengungguli pasangan Singapura Guan Jia En / Zhan Lei En yang mengakhiri lomba dengan 237 poin. Setelah empat ronde, Malaysia sudah memimpin 197,7 poin—unggul 20 poin—sehingga hanya perlu menjaga konsistensi di loncatan terakhir. Mereka menutup penampilan dengan nilai 50,7 poin dan memastikan emas, sekaligus menjadi emas pertama Malaysia di cabang loncat indah pada SEA Games ini. Pasangan ini sebelumnya juga meraih perak di Kejuaraan Akuatik Asia, menegaskan status mereka sebagai bintang masa depan loncat indah Malaysia.
Kabar gembira juga datang dari hoki. Setelah emas di hoki putra 5 lawan 5 serta tim putra, tim hoki putri Malaysia tampil menggila di final dan membantai Indonesia 6–0 untuk mengamankan emas hoki ketiga bagi Malaysia.
Di balap sepeda trek, Malaysia meraih emas nomor team sprint putra dengan selisih sangat tipis 0,18 detik atas tuan rumah Thailand. Trio Fadhil Zonis, Akmal, dan Rizuwan Shahrun mencatat waktu 1:00.520, lebih cepat daripada Thailand 1:00.700. Emas ini menjadi emas keempat tim sepeda trek Malaysia di SEA Games kali ini, sekaligus mengangkat total emas kontingen Malaysia menjadi 54.
Sebelumnya, pembalap Malaysia Liu Niu Zu meraih perak pada nomor points race putra dengan 28 poin. Emas diraih Thuraki dari Thailand (38 poin), sedangkan perunggu menjadi milik Van Aert dari Indonesia. Sementara itu, bintang Malaysia Ridwan memenangkan nomor keirin putra dengan margin tipis 0,027 detik atas Zai, juara SEA Games 2018 dari Thailand. Ridwan mendedikasikan emas tersebut untuk kakaknya, Shafiedaus, yang absen karena cedera. Norasettada (Thailand) meraih perunggu, dan satu wakil Malaysia lainnya, Fadheshir, finis keempat.
Ridwan mengatakan sang kakak selama ini menjadi penopang penting dalam perjalanan kariernya di balap sepeda trek, sehingga ia memilih mempersembahkan emas itu untuknya. Ia juga menyebut sempat mendapat dorongan semangat lewat panggilan telepon sebelum lomba dan menilai emas pertama di SEA Games memiliki makna besar, sebelum fokus ke nomor team sprint.
Lei Jun: Penjualan Perdana Xiaomi 17 Series Melampaui Ekspektasi, Bonus Pembelian Diperpanjang hingga Akhir Oktober
Pada 7 Oktober, pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun, mengumumkan melalui akun Weibo pribadinya bah...
Ilmuwan Inggris Temukan Fosil Wajah Makhluk Berusia 500 Juta Tahun, Mengungkap Sosok Salah Satu Makhluk Paling Aneh dalam Sejarah—Lengkap dengan “Senyuman” Mengejutkan
Menurut laporan media AS pada 1 Januari, setelah puluhan tahun kebingungan dan berbagai upaya yang k...
Larangan Ekspor Minyak Sawit Dicabut — Raksasa Perkebunan Malaysia Kembali ke Pasar AS
(Kuala Lumpur, 16 Februari) FGV Holdings (FGV, sudah dikeluarkan dari bursa) mengumumkan bahwa Bea C...
Aset Paling “Panas” di Dunia — Skala Cadangannya Sudah Melampaui Obligasi AS!
(New York, 15 Februari) Harga emas melonjak tajam, sementara bank sentral di berbagai negara juga te...
Kebahagiaan Ganda untuk Tim Putra China! WTT Doha Kuasai Emas dan Perak, Fan Zhendong Lakukan Comeback Spektakuler di Liga Champions
Pada 19 Januari 2026, dunia tenis meja menyaksikan ganda kemenangan bagi tim putra China. Di WTT Doh...
Masa depan Marcus Rashford kini menjadi sorotan, setelah Michael Carrick untuk pertama kalinya angkat bicara — dan secara halus memberi sinyal bahwa sang bintang mungkin telah memainkan laga terakhirnya bersama Manchester United.
Carrick, yang pernah menjadi rekan setim dan juga pelatih sementara Rashford setelah kepergian Ole G...
Sistem perwasitan bola basket Tiongkok kembali menjadi sorotan
Setelah asosiasi bola basket Tiongkok merilis daftar ofisial teknis tersertifikasi periode 2026–2027...
Mantan Miss Hong Kong, Kwan Yi Tong (42), Sahkan Perceraian, Tamatkan Perkahwinan Selama 15 Tahun
(Hong Kong, 25) Mantan peserta Miss Hong Kong berusia 42 tahun, Anita Kwan, mengumumkan perceraian d...
“Lari 2km Lalu Mundur Demi Bayaran?” Kontroversi Memanas: Zhang Shuihua Dipertanyakan namun Tetap Dukung Event Viral—Tegaskan Tak Berutang pada Siapa Pun
Pada 19 April, Maraton Shiping di Yunnan berlangsung, namun “jururawat terpantas” Zhang Shuihua mena...