2026年9月10日

Menang Start di 2026: Kunci Tiga Hotspot Investasi

(Kuala Lumpur, 30 Desember) Meski pasar saham Malaysia bergerak fluktuatif sepanjang setahun terakhi...

(Kuala Lumpur, 30 Desember) Meski pasar saham Malaysia bergerak fluktuatif sepanjang setahun terakhir, analis menilai peluang investasi tetap terbuka bagi investor yang memiliki arah strategi yang jelas, khususnya dengan menyoroti pertumbuhan di wilayah selatan, utara, dan Malaysia Timur.

Analis Riset Senior iFAST Capital, Chua Chuan Hin, mengatakan bahwa kepemilikan asing di pasar saham Malaysia saat ini telah turun ke level terendah dalam sejarah, sehingga ruang penurunan pasar dinilai relatif terbatas.

Ia menambahkan bahwa dengan kemungkinan Federal Reserve terus memangkas suku bunga tahun depan, arus dana global diperkirakan kembali mengalir ke pasar negara berkembang, termasuk Malaysia sebagai salah satu penerima manfaat utama.

“Di dalam negeri, terdapat sejumlah faktor pendukung. Penyesuaian gaji tahap kedua bagi pegawai negeri akan mulai berlaku pada 1 Januari mendatang, memperkuat daya beli masyarakat seiring kenaikan upah minimum sebelumnya. Selain itu, pemerintah juga aktif mendorong program Visit Malaysia 2026 untuk menarik lebih banyak wisatawan.”

Chua juga menyoroti rencana pemerintah menyalurkan bantuan tunai tambahan pada awal tahun depan, serta kemungkinan penurunan suku bunga oleh Bank Negara Malaysia, yang diperkirakan akan semakin meningkatkan daya beli konsumen.

Peluang dari Pengembangan Wilayah

Dari sisi investasi, Chua menyarankan investor untuk fokus pada proyek-proyek pembangunan yang didorong pemerintah di kawasan ekonomi strategis, seperti Kawasan Ekonomi Khusus Johor–Singapura dan koridor teknologi di Malaysia Utara.

“Kawasan Ekonomi Khusus Johor–Singapura akan memberikan manfaat bagi berbagai sektor, termasuk konstruksi. Sementara itu, Kedah dan Penang merupakan pusat industri teknologi dan tujuan utama investasi asing. Intel baru-baru ini juga menyatakan akan terus memperluas operasinya di Malaysia, yang memperkuat prospek kawasan utara.”

Ia menambahkan bahwa Malaysia Timur juga patut diperhatikan, seiring upaya pemerintah mengembangkan sektor energi, termasuk energi terbarukan dan infrastruktur air.

Indeks Diproyeksi Menguat

Secara makro, penguatan nilai tukar ringgit terhadap dolar AS dinilai dapat mendorong konsumsi domestik, sekaligus menurunkan biaya impor dan meredakan tekanan biaya bagi sektor industri.

“Meski penguatan ringgit pada 2026 kemungkinan lebih moderat, kinerja kuat tahun ini telah membantu menyeimbangkan dampak perluasan cakupan pajak penjualan dan jasa (SST).”

Chua juga menilai saham perbankan masih menarik untuk dicermati. Walaupun penurunan suku bunga dapat menekan margin bunga bersih, meningkatnya permintaan pinjaman dari sektor korporasi menjadi faktor penopang.

Secara keseluruhan, dengan dukungan konsumsi domestik yang solid dan potensi kembalinya dana asing, Chua memperkirakan indeks acuan FTSE Bursa Malaysia KLCI (FTSE Bursa Malaysia KLCI)berpeluang menguat ke kisaran 1.700–1.730 poin, atau sekitar 10% di atas level saat ini

接著讀