2026年9月10日

Ekspor kopi Vietnam mencetak rekor baru, mendorong petani di daerah pegunungan menjadi lebih sejahtera.

(Hanoi, 5 Januari) Industri kopi Vietnam mencatat pencapaian bersejarah berkat kenaikan harga kopi d...

(Hanoi, 5 Januari) Industri kopi Vietnam mencatat pencapaian bersejarah berkat kenaikan harga kopi dunia, serta peningkatan teknologi pengolahan dan kualitas produk. Nilai ekspor menembus US$8 miliar dan mencapai sekitar US$8,3 miliar, menjadikannya tonggak penting sekaligus mempertahankan posisi Vietnam sebagai eksportir kopi terbesar nomor dua di dunia. Pelaku industri menyebut kondisi ini turut mengangkat pendapatan banyak petani kopi di daerah pegunungan.

Vietnam dikenal sebagai “negara kopi” dengan kafe yang mudah ditemukan di mana-mana—mulai dari warung pinggir jalan hingga jaringan kafe modern. Ragam minumannya pun luas, dari kopi pahit pekat dengan saringan tetes logam tradisional (Phin), hingga varian populer seperti kopi kelapa, kopi asin, dan kopi single origin.

Data bea cukai yang dikutip dalam laporan menyebut, pada paruh pertama Desember, volume ekspor kopi mencapai sekitar 76.100 ton dengan nilai sekitar US$401,6 juta, melonjak dibanding paruh pertama November dan juga tumbuh dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif dari awal tahun lalu hingga pertengahan Desember, ekspor diperkirakan sekitar 1,48 juta ton dengan nilai sekitar US$8,36 miliar. Kenaikan nilai ekspor jauh lebih besar daripada kenaikan volume, terutama karena harga ekspor yang meningkat.

Dari sisi pasokan, cuaca yang kurang mendukung di wilayah produsen utama—terutama Brasil dan Vietnam—membuat pasokan lebih ketat. Sementara itu, permintaan dari pasar utama seperti Eropa dan Amerika Serikat relatif stabil, sehingga harga cenderung tetap kuat dan mendorong pendapatan ekspor Vietnam.

Dari struktur produk, Robusta masih menjadi komoditas utama ekspor Vietnam dan menyumbang porsi terbesar dari nilai ekspor. Namun, porsi produk kopi olahan terus naik, menunjukkan pergeseran dari model “jual banyak” menuju “jual bernilai,” seperti kopi instan dan kopi sangrai. Peningkatan ini didukung kemampuan pengolahan dalam negeri yang makin baik serta pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas yang lebih efektif.

Seiring industri naik kelas, pendapatan petani ikut meningkat. Vietnam memiliki sekitar 710.000 hektare kebun kopi yang terkonsentrasi di wilayah Dataran Tinggi Tengah. Laporan menyebut keuntungan petani membesar, upah pemetik saat musim panen meningkat, dan pelaku industri mempercepat investasi alat serta teknologi untuk menaikkan kualitas dan harga jual. Di kawasan Kota Tua Hanoi, toko kopi spesialis tumbuh pesat seiring meningkatnya minat wisatawan asing, meski persaingan antarkafe juga makin ketat.

接著讀

Zelensky Usulkan Kesepakatan “Drone-Dibalik-Peralatan”: Perkenalkan Teknologi UAV Uji Tempur Ukraina kepada Trump

Pada 16 Juli, Presiden Volodymyr Zelensky kepada New York Post mengungkap ia tengah merundingkan kesepakatan besar dengan mantan Presiden AS Donald Trump: Amerika akan mengakuisisi teknologi drone militer kecil Ukraina yang teruji di medan perang, sementara Ukraina membeli sistem pertahanan udara dan rudal anti-kapal canggih dari AS. Jika terwujud, pertukaran ini akan mengubah kemampuan drone AS dan memberi pasokan penting bagi Ukraina.

419 天前