2026年9月10日

BYD Kapitalisasi Pasar Susut 237,3 Miliar Yuan — Apa Artinya?

(Beijing, 6 Feb) Investor terus menjual saham BYD sepanjang pekan ini, mencerminkan penilaian ulang ...

(Beijing, 6 Feb) Investor terus menjual saham BYD sepanjang pekan ini, mencerminkan penilaian ulang pasar terhadap industri kendaraan listrik (EV) Tiongkok yang kini tertekan oleh dua faktor sekaligus: permintaan domestik yang melemah dan lonjakan biaya bahan baku.

Menurut laporan media asing, saham BYD yang tercatat di Hong Kong turun sekitar 7% pekan ini setelah data penjualan yang lemah. Sejak Mei tahun lalu, penurunan tersebut telah menghapus lebih dari US$60 miliar (sekitar RM237,3 miliar) kapitalisasi pasar. Pelemahan ini juga menyeret saham produsen EV lain, menambah tekanan di pasar saham seiring investor mempertimbangkan potensi perubahan pajak serta kekhawatiran baru bahwa AI dapat mengganggu model bisnis yang ada.

Laporan tersebut menyebutkan, berkurangnya subsidi pemerintah membuat investor sebenarnya sudah mengantisipasi perlambatan pertumbuhan EV tahun ini, dan posisi bearish telah meningkat sejak November. Namun, laju penurunan permintaan tetap mengejutkan banyak pihak. Pada saat yang sama, kenaikan biaya material baterai dan chip memori diperkirakan semakin menekan margin keuntungan produsen mobil.

Feng Xiao, co-head riset industri Tiongkok di CLSA, mengatakan sentimen investor sangat pesimistis, dengan kekhawatiran lebih dalam bahwa tahun ini bisa terjadi penurunan proyeksi laba secara luas, sehingga memunculkan pertanyaan tentang profitabilitas jangka panjang produsen EV di pasar domestik.

Ekspor masih menjadi sisi terang, tetapi pabrikan Tiongkok tetap sangat bergantung pada pasar dalam negeri yang kompetitif, sementara sentimen konsumen masih berhati-hati. Morgan Stanley menyebut sebagian besar merek lokal memperkirakan penjualan kuartal pertama turun 30%–40% dibanding kuartal keempat tahun lalu.

Secara terpisah, pengiriman domestik BYD pada Januari turun 30% secara tahunan (YoY). XPeng, yang tampil menonjol tahun lalu, juga mencatat penurunan lebih dari 30% pada total pengiriman.

Terkait prospek, media Tiongkok mengutip Asosiasi Peredaran Mobil Tiongkok yang memperkirakan penjualan ritel mobil penumpang domestik pada 2026 akan stagnan dibanding 2025, sementara ekspor tetap tumbuh menengah-tinggi di atas 10%. Penjualan grosir pabrikan mobil penumpang sepanjang tahun diproyeksikan hanya naik 1%, dengan pertumbuhan kendaraan energi baru sekitar 10%.

Namun, investor khawatir ketika produsen masih perlu “membakar uang” lewat promosi untuk menarik pembeli, kenaikan biaya bahan baku justru langsung menggerus laba. Dalam tiga bulan terakhir, harga litium untuk baterai daya telah naik lebih dari dua kali lipat, sementara tembaga dan aluminium juga meningkat tajam. Kelangkaan chip memori turut mendorong biaya komponen kendaraan pintar. Estimasi pasar menunjukkan tambahan biaya per kendaraan untuk beberapa model premium bisa mencapai US$1.000 (sekitar RM3.954,50) atau lebih. Bernstein Research menilai merek mass-market dengan profitabilitas lebih lemah seperti XPeng, Li Auto, dan NIO menghadapi risiko lebih tinggi, sedangkan BYD relatif lebih diuntungkan karena memiliki rantai pasok komponen internal.

接著讀