BYD Kapitalisasi Pasar Susut 237,3 Miliar Yuan — Apa Artinya?
(Beijing, 6 Feb) Investor terus menjual saham BYD sepanjang pekan ini, mencerminkan penilaian ulang ...
(Beijing, 6 Feb) Investor terus menjual saham BYD sepanjang pekan ini, mencerminkan penilaian ulang pasar terhadap industri kendaraan listrik (EV) Tiongkok yang kini tertekan oleh dua faktor sekaligus: permintaan domestik yang melemah dan lonjakan biaya bahan baku.
Menurut laporan media asing, saham BYD yang tercatat di Hong Kong turun sekitar 7% pekan ini setelah data penjualan yang lemah. Sejak Mei tahun lalu, penurunan tersebut telah menghapus lebih dari US$60 miliar (sekitar RM237,3 miliar) kapitalisasi pasar. Pelemahan ini juga menyeret saham produsen EV lain, menambah tekanan di pasar saham seiring investor mempertimbangkan potensi perubahan pajak serta kekhawatiran baru bahwa AI dapat mengganggu model bisnis yang ada.
Laporan tersebut menyebutkan, berkurangnya subsidi pemerintah membuat investor sebenarnya sudah mengantisipasi perlambatan pertumbuhan EV tahun ini, dan posisi bearish telah meningkat sejak November. Namun, laju penurunan permintaan tetap mengejutkan banyak pihak. Pada saat yang sama, kenaikan biaya material baterai dan chip memori diperkirakan semakin menekan margin keuntungan produsen mobil.
Feng Xiao, co-head riset industri Tiongkok di CLSA, mengatakan sentimen investor sangat pesimistis, dengan kekhawatiran lebih dalam bahwa tahun ini bisa terjadi penurunan proyeksi laba secara luas, sehingga memunculkan pertanyaan tentang profitabilitas jangka panjang produsen EV di pasar domestik.
Ekspor masih menjadi sisi terang, tetapi pabrikan Tiongkok tetap sangat bergantung pada pasar dalam negeri yang kompetitif, sementara sentimen konsumen masih berhati-hati. Morgan Stanley menyebut sebagian besar merek lokal memperkirakan penjualan kuartal pertama turun 30%–40% dibanding kuartal keempat tahun lalu.
Secara terpisah, pengiriman domestik BYD pada Januari turun 30% secara tahunan (YoY). XPeng, yang tampil menonjol tahun lalu, juga mencatat penurunan lebih dari 30% pada total pengiriman.
Terkait prospek, media Tiongkok mengutip Asosiasi Peredaran Mobil Tiongkok yang memperkirakan penjualan ritel mobil penumpang domestik pada 2026 akan stagnan dibanding 2025, sementara ekspor tetap tumbuh menengah-tinggi di atas 10%. Penjualan grosir pabrikan mobil penumpang sepanjang tahun diproyeksikan hanya naik 1%, dengan pertumbuhan kendaraan energi baru sekitar 10%.
Namun, investor khawatir ketika produsen masih perlu “membakar uang” lewat promosi untuk menarik pembeli, kenaikan biaya bahan baku justru langsung menggerus laba. Dalam tiga bulan terakhir, harga litium untuk baterai daya telah naik lebih dari dua kali lipat, sementara tembaga dan aluminium juga meningkat tajam. Kelangkaan chip memori turut mendorong biaya komponen kendaraan pintar. Estimasi pasar menunjukkan tambahan biaya per kendaraan untuk beberapa model premium bisa mencapai US$1.000 (sekitar RM3.954,50) atau lebih. Bernstein Research menilai merek mass-market dengan profitabilitas lebih lemah seperti XPeng, Li Auto, dan NIO menghadapi risiko lebih tinggi, sedangkan BYD relatif lebih diuntungkan karena memiliki rantai pasok komponen internal.
[Bintang Tak Terduga] Pemain Naturalisasi Saudi, Rahman, Cetak 32 Poin dan Hampir Kalahkan Timnas Tiongkok
[Olahraga Guangdong | 6 Agustus 2025]Dalam pertandingan pembuka babak grup FIBA Asia Cup, timnas Tio...
Bisnis Malam Restoran Kian Membara, Semakin Ramai dan Penuh Energi
Konsumsi Malam Capai 60%, Night Economy Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kuliner. Panas terik yang berlan...
Menantang Sora 2, Google Veo 3.1 Hadir dengan Kejutan Menyenangkan
Pada 16 Oktober waktu Beijing, Google resmi meluncurkan Veo 3.1 dan versi pratinjau berbayar Veo 3.1...
OpenAI Mulai Terlihat Biasa Saja? Inovator Besar yang Kini Kian Kurang Berkilau
Pada 12 November, OpenAI resmi meluncurkan GPT-5.1 dan menghadirkan dua varian baru di atas seri GPT...
Atlet Esports Thailand Gantikan Sang Pacar, Skandal “Pemain Pengganti” di SEA Games Terungkap
Beberapa minggu setelah tim putri Thailand untuk Honor of Kings International mundur dari ajang SEA ...
Lakers Kalah 112–124 dari Kings, Empat Masalah Besar Terungkap: Ayton Masih Loyo, Pemain Pendukung Tak Stabil, Serangan dan Pertahanan Runtuh
Los Angeles Lakers harus menerima kekalahan mengecewakan 112–124 dari Sacramento Kings. Meski unggul...
Lao Gao dan Xiao Mo dikabarkan bercerai; hubungan pernikahan mereka akhirnya dijelaskan secara lengkap.
(Beijing, 3 Februari)Kanal YouTube populer “Lao Gao & Xiao Mo” yang memiliki 6,71 juta subscriber se...
Chiao Fan-Fan jalani operasi caesar karena posisi bayi, Lou Jun-Shuo setia menemani dan kabarkan kondisi selamat
(Taipei, 22) Artis Taiwan Lou Jun-shuo dan istrinya, influencer Jiao Fan-fan, resmi menjadi orang tu...
Istri Kanye West pamer pose berani, tampil percaya diri dengan gaya yang mencuri perhatian
Isteri kepada penyanyi rap terkenal Kanye West, iaitu Bianca Censori, baru-baru ini berkongsi foto d...
Sutradara Clifton Ko kembali dengan It’s a Mad, Mad, Mad World: Reunion tanpa ingin mengulang formula lama. Setelah 40 tahun, Loletta Lee kembali ke seri ini, kini sebagai ibu dari tiga anak perempuan, sambil berseloroh bahwa mengurus anak jauh lebih menantang daripada berakting.
(Kuala Lumpur, 23 April) Sutradara legendaris Ko Chi Sum kembali menghidupkan seri komedi klasik Fu ...