2026年9月12日

Awal yang buruk bagi timnas China! Sejumlah komentator menilai “menambah pengalaman internasional memang baik,” namun perubahan ke formasi lima bek justru membuat para pemain kebingungan dan permainan menjadi tidak terarah, memicu kritik.

Pada laga putaran kedua seri internasional, timnas China kebobolan dua gol dalam sembilan menit pert...

Pada laga putaran kedua seri internasional, timnas China kebobolan dua gol dalam sembilan menit pertama saat menghadapi Kamerun, langsung tertinggal 0-2 dan menuai banyak kritik dari media serta pengamat.

Pelatih Shao Jiayi mencoba formasi 5-4-1, namun tim kesulitan menghadapi fisik dan tempo permainan Kamerun. Dua gol cepat tersebut menunjukkan kelemahan dalam koordinasi lini belakang, intensitas, dan fokus permainan.

Jurnalis Pei Li menilai pemain China kesulitan dalam duel fisik, sementara Shen Wei menyebut gaya permainan Kamerun jarang dihadapi oleh China, sehingga laga ini bisa menjadi pengalaman berharga.

Komentator Yuan Jia mengatakan bahwa tim belum terbiasa dengan sistem lima bek, terlihat dari kebingungan di awal pertandingan. Ia menekankan pentingnya pemain senior untuk menenangkan tim. Miao Yuan juga menyoroti kelemahan dalam penjagaan di tiang dekat dan jauh, serta mengakui keunggulan tempo dan kerja sama Kamerun.

Song Chengliang menambahkan bahwa koordinasi antar tiga bek tengah masih kurang, dengan peran yang belum jelas dan minimnya perlindungan antar pemain.

Di sisi lain, ada juga kritik terhadap mentalitas tim. Blogger Yue Zhi menilai pemain kurang memiliki rasa urgensi, terutama dalam penjagaan saat bola mati. Ia menegaskan bahwa melawan tim dengan fisik kuat, kesalahan kecil pun bisa berakibat fatal.

Secara keseluruhan, pertandingan ini memperlihatkan tidak hanya kelemahan taktik, tetapi juga masalah adaptasi sistem dan konsentrasi tim.

接著讀