2026年9月10日

Trump Tunda Serangan ke Iran, Anggota Kongres Dukung: “Inilah Alasan Popularitasnya Tembus 56%”

Presiden AS Donald Trump memutuskan menunda serangan militer ke Iran pada 19 Juni, dengan alasan memberi peluang bagi jalur diplomatik. Langkah ini mendapat dukungan dari anggota Kongres Marjorie Taylor Greene, yang memuji sikap Trump dan mengaitkannya dengan lonjakan popularitasnya menjadi 56%. Gedung Putih menyatakan keputusan akhir akan diambil dalam dua minggu ke depan.

Trump Ubah Arah Kebijakan Iran, Greene Puji Lonjakan Popularitasnya

Presiden AS Donald Trump memilih menunda rencana serangan terhadap Iran dan membuka peluang negosiasi. Dalam pernyataan 19 Juni, juru bicara Gedung Putih, Levitt, mengatakan bahwa keputusan akhir akan diumumkan dalam dua minggu, dengan negosiasi dianggap “sangat mungkin terjadi.”

Anggota Kongres Dukung Langkah Damai, Kaitkan dengan Survei Tinggi

Marjorie Taylor Greene, anggota Kongres dari Partai Republik, memuji langkah Trump di media sosial:
“Saya senang Presiden Trump memberi waktu untuk diplomasi dengan Iran dan Israel. Presiden lain mungkin sudah menjatuhkan bom dan menyulut perang tanpa memikirkan korban sipil.”

Ia menambahkan, “Inilah alasan popularitasnya tembus 56%! Warga Amerika ingin bensin murah, makanan terjangkau, dan biaya hidup ringan—bukan perang baru.”
Greene selama ini dikenal menolak keterlibatan militer AS di Timur Tengah dan mewakili suara populis dari basis pendukung Trump.

Gedung Putih: Tujuan Tetap, Tapi Jalur Damai Terbuka

Levitt menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah tetap mencegah Iran memperkaya uranium dan memperoleh senjata nuklir. Namun diplomasi sekarang menjadi opsi nyata.
“Keputusan akhir presiden akan tergantung pada respons Iran dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Batas waktu dua minggu dikenal sebagai strategi khas Trump sejak masa jabatan sebelumnya, sering digunakan untuk menunda atau menguji reaksi publik.

Friksi Internal di Kubu GOP, MAGA Ingatkan Bahaya Perang

Ketegangan Iran-Israel menimbulkan perpecahan di dalam Partai Republik, khususnya di kalangan pendukung Trump. Sementara sebagian menyerukan aksi militer, sosok seperti Greene lebih mendorong fokus pada masalah domestik.
“Warga AS membayar pajak. Pemerintah harus memprioritaskan kedamaian, bukan peperangan,” tegasnya.

接著讀