2026年9月10日

[Ketegangan Memuncak: Kyiv Diguncang Ledakan, Rusia Serang Pangkalan Udara Ukraina, AS Pertimbangkan Kirim Patriot Lagi]

Pada dini hari 10 Juli, ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali diguncang ledakan akibat serangan rudal dan ...

Pada dini hari 10 Juli, ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali diguncang ledakan akibat serangan rudal dan drone Rusia. Sirene peringatan udara meraung di seluruh kota, enam distrik mengalami kerusakan dan kebakaran, serta korban luka telah dilaporkan. Meski Moskow belum memberikan tanggapan resmi, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah meluncurkan "serangan kelompok" terhadap infrastruktur pangkalan udara militer Ukraina dengan senjata presisi jarak jauh, termasuk rudal hipersonik Kinzhal. Semua target dilaporkan hancur.

Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan, ada lebih dari 740 ancaman udara terdeteksi secara nasional dalam satu hari, sebagian besar berhasil diintersepsi. Angkatan Bersenjata Ukraina juga melaporkan 112 pertempuran di garis depan, dengan serangan Rusia berhasil ditahan di berbagai arah.

Di tengah konflik yang memanas, bantuan militer AS kembali menjadi sorotan. Mantan Presiden Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan pengiriman satu unit sistem rudal Patriot tambahan ke Ukraina. Ia juga mendesak Jerman untuk menyumbangkan salah satu unit Patriot miliknya, dengan biaya ditanggung bersama oleh sekutu Barat. Namun, Jerman menolak memberi komitmen, mengingat kapasitas bantuan yang sudah terbatas, dan justru mengusulkan membeli unit Patriot dari AS untuk kemudian dikirimkan ke Ukraina.

Departemen Pertahanan AS telah melanjutkan sebagian pengiriman senjata, dan negosiasi dengan Yunani terus berlangsung terkait kemungkinan pelepasan sistem Patriot dari cadangan mereka. Pejabat Ukraina dijadwalkan bertemu dengan utusan AS Keith Kellogg di Roma akhir pekan ini untuk menyepakati tahap dukungan berikutnya.

Meski bantuan militer meningkat, negosiasi damai tetap buntu. Trump menyatakan kecewa terhadap Presiden Vladimir Putin dan mempertimbangkan sanksi tambahan. Rusia, di sisi lain, memperingatkan bahwa kiriman senjata dari AS hanya akan memperpanjang konflik dan menghambat upaya perdamaian.

接著讀