2026年9月10日

Langkah Selanjutnya Son Heung-min? Bintang Spurs Hadapi Masa Depan Tak Pasti, MLS Muncul sebagai Pilihan Utama

[Analisis Mendalam | Update Transfer Son Heung-min]Pada usia 33 tahun, ikon sepak bola Korea Selatan...

[Analisis Mendalam | Update Transfer Son Heung-min]
Pada usia 33 tahun, ikon sepak bola Korea Selatan, Son Heung-min, mungkin akan segera mengakhiri karier gemilangnya bersama Tottenham Hotspur. Dengan pelatih baru Frank yang kini memimpin, Spurs sedang menjalani perombakan skuad besar-besaran—dan posisi Son sebagai andalan utama tim mulai tergeser dari rencana jangka panjang klub.

Tottenham sudah mendatangkan beberapa rekrutan besar musim panas ini, termasuk penyerang West Ham Mohammed Kudus, bintang muda Jepang Takai Kato, dan menuntaskan pembelian Mathys Tel dari Bayern. Laporan menyebutkan bahwa Son tak lagi termasuk dalam daftar starter utama, dan klub bersedia melepasnya dengan harga sekitar €20 juta.

Klub MLS Los Angeles FC muncul sebagai kandidat terkuat untuk merekrut Son. Setelah memutus kontrak Olivier Giroud, LAFC memiliki dua slot Designated Player (DP) yang kosong. Ditambah dengan komunitas Korea-Amerika terbesar di AS yang berada di Los Angeles (sekitar 320.000 orang), kehadiran Son bisa secara signifikan meningkatkan performa tim sekaligus nilai komersial. Mantan rekan setimnya di Spurs, Hugo Lloris, juga kini bermain di klub ini—faktor tambahan yang mungkin mempengaruhi keputusannya.

Meski Tottenham hanya finis di peringkat ke-17 Premier League musim lalu, performa Son tetap impresif: mencetak 11 gol dan 12 assist serta membantu tim meraih gelar juara Liga Europa. Ia mencatat rekor delapan musim berturut-turut mencetak dua digit gol di Premier League—prestasi langka bagi pemain Asia.

Pakar transfer Fabrizio Romano melaporkan bahwa Son akan berdiskusi secara pribadi dengan pelatih Frank. Jika dipastikan tidak mendapat waktu bermain reguler, ia siap memulai proses kepindahan. Klub-klub Arab Saudi juga memburunya, bahkan beberapa bersedia menawarkan gaji €40 juta per tahun—namun Son dikabarkan lebih memprioritaskan waktu bermain yang konsisten.

Dalam jangka pendek, transfer tidak akan segera terjadi. Son akan mengikuti tur pramusim Asia bersama Tottenham, termasuk derby London Utara melawan Arsenal di Hong Kong dan laga kontra Newcastle United di Seoul pada 3 Agustus. Kehadirannya sangat penting secara komersial—menjualnya sebelum laga akan menyebabkan kehilangan hingga 75% dari pendapatan tiket; bahkan jika ia tidak bermain, klub tetap bisa kehilangan hingga 50% dari pemasukan.

Melihat ke depan, MLS menawarkan kombinasi ideal antara persaingan yang layak, sorotan media, dan peluang pengembangan karier. Meski gaji tidak sebesar di Arab Saudi, MLS tetap menarik bagi pemain yang ingin tetap bertanding di level tinggi dalam sorotan global. Menariknya, LAFC akan dua kali bertemu Inter Miami-nya Messi musim ini—momen spesial yang layak dinantikan.

Dari sisi gaya hidup, AS juga mendukung rencana Son pasca pensiun, terutama dalam bidang fashion dan bisnis yang ia minati. Ditambah lagi, jarak antara Los Angeles dan Korea Selatan lebih singkat dibanding London, memudahkan dirinya dalam membagi waktu untuk klub dan tim nasional.

Kini, Son Heung-min berada di persimpangan karier. Keputusan yang ia ambil bukan hanya akan membentuk warisannya sendiri, tapi juga berpotensi mendefinisikan ulang peran pesepakbola Asia di panggung global.

接著讀