2026年9月10日

Gedung Putih Puji Trump sebagai “Pembawa Perdamaian”: 6 Konflik Diredakan dalam 6 Bulan, Layak Dapat Nobel?

Juru bicara Gedung Putih kembali angkat suara mendukung Trump meraih Nobel Perdamaian, menyebut rekam jejak mediasi konflik sejak kembali menjabat. Trump sendiri menilai dirinya tak dipilih karena terlalu konservatif. Isi Artikel:

Gedung Putih kembali menyerukan agar Donald Trump diberikan Hadiah Nobel Perdamaian. Dalam konferensi pers pada 31 Juli, juru bicara Gedung Putih, Levitt, memuji capaian diplomatik Trump sejak kembali menjabat sebagai presiden, dan menyebut bahwa pencapaiannya dalam menyelesaikan konflik internasional seharusnya sudah cukup untuk meraih Nobel.

Levitt menyebut Trump telah berhasil memediasi atau menghentikan konflik antara Thailand dan Kamboja, Israel dan Iran, Rwanda dan Republik Demokratik Kongo, India dan Pakistan, Serbia dan Kosovo, serta Mesir dan Ethiopia. “Itu berarti Presiden Trump rata-rata berhasil menengahi satu konflik setiap bulan sejak menjabat,” ujarnya. “Bukankah itu pantas diberi Hadiah Nobel?”

Ketertarikan Trump terhadap Nobel Perdamaian memang bukan hal baru. Pada bulan Februari lalu, dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Netanyahu, Trump mengeluhkan: “Saya sudah banyak berbuat demi perdamaian di Timur Tengah dan Afrika, tapi mereka tidak pernah memberi saya penghargaan itu. Saya pantas menerimanya, tapi mereka tidak akan memberikan kepada orang yang konservatif seperti saya.”

Meski sering menimbulkan kontroversi, Trump terus membentuk citra sebagai tokoh perdamaian global. Pernyataan terbaru dari Gedung Putih ini pun dinilai sebagai langkah awal kampanye menuju pemilu 2026.

接著讀