2026年9月10日

Starbucks Tutup Sejumlah Gerai di AS dan Inggris dalam Strategi Perombakan Besar

-

Starbucks sedang melakukan perombakan besar-besaran, dengan mengumumkan penutupan sejumlah gerai berkinerja buruk di Amerika Serikat dan Inggris, serta pemangkasan sekitar 900 pekerjaan di pasar asalnya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi efisiensi biaya dan transformasi bisnis yang bertujuan mempercepat layanan, mempersingkat waktu tunggu, dan menghidupkan kembali penjualan yang melemah.

Sebagian besar gerai yang akan ditutup berada di Amerika Utara, namun beberapa gerai di Inggris, Swiss, dan Austria juga akan berhenti beroperasi setelah melalui tinjauan portofolio penuh. Meski begitu, raksasa kopi ini menegaskan tetap berkomitmen pada ekspansi — dengan rencana pembukaan 80 gerai baru di Inggris dan 150 gerai di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) pada tahun fiskal ini.

“Ini adalah langkah besar yang kami pahami akan berdampak pada mitra dan pelanggan,” kata CEO Brian Niccol, seraya menegaskan bahwa restrukturisasi ini penting untuk memberikan pengalaman dan kinerja yang lebih baik.

Pemangkasan Pekerjaan dan Perombakan Gerai

Pemutusan hubungan kerja di AS terutama akan berdampak pada staf pendukung, sementara Starbucks fokus memperbaiki pengalaman pelanggan. Dalam surat kepada karyawan, Niccol menjelaskan bahwa gerai yang ditutup adalah yang tidak mampu memenuhi standar lingkungan pelanggan maupun target finansial.

Langkah ini menyusul keputusan Februari lalu saat Starbucks memangkas 1.100 pekerjaan dan menyederhanakan menu di AS untuk membalikkan tren penjualan negatif. Perusahaan baru-baru ini melaporkan penurunan penjualan selama enam kuartal berturut-turut di gerai AS yang telah beroperasi setidaknya setahun.

Strategi Baru di Bawah Kepemimpinan Niccol

Niccol, yang menjabat CEO sejak tahun lalu setelah sukses memimpin Chipotle Mexican Grill, tengah memimpin strategi transformasi yang ambisius. Di Chipotle, ia berhasil menggandakan penjualan dalam enam tahun, dan investor Starbucks berharap akan ada kebangkitan serupa.

Inisiatif awalnya meliputi:

  • Merenovasi gerai untuk memperbarui area tempat duduk.
  • Mengembalikan bar bumbu swalayan.
  • Menyederhanakan operasi gerai untuk mengurangi waktu tunggu.

Meski analis TD Cowen menilai langkah Starbucks cukup “agresif”, mereka memperingatkan bahwa persaingan dari kedai kopi drive-through yang terus berkembang serta persepsi merek yang melemah menjadi tantangan serius.

Hubungan Industrial dan Kritik Serikat Pekerja

Restrukturisasi ini menuai kritik dari Workers United, serikat pekerja yang mewakili barista di lebih dari 600 gerai milik Starbucks di AS. Serikat tersebut menuduh manajemen mengabaikan suara pekerja dalam pengambilan keputusan besar dan menyoroti masalah kekurangan staf serta beban kerja berlebih.

“Kami kembali menghadapi kebijakan baru dan keputusan besar tanpa masukan dari barista,” kata serikat dalam pernyataannya, seraya menambahkan akan meminta informasi lebih rinci dari Starbucks mengenai rencana penutupan.

Jalan ke Depan

Meski saham Starbucks turun lebih dari 8% sepanjang tahun ini, perusahaan yakin strategi barunya akan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Bagi Niccol, tantangannya jelas: merebut kembali pelanggan yang kecewa, menenangkan karyawan, dan memulihkan reputasi Starbucks sebagai kafe pilihan utama di seluruh dunia.

接著讀