2026年9月10日

Ivanković: Tren Dunia Adalah Gelandang Bertahan Tunggal — Timnas China Kurang Seorang ‘Otak’ di Lini Tengah

Mantan pelatih kepala tim nasional China, Branko Ivanković, baru-baru ini berbicara dalam wawancara ...

Mantan pelatih kepala tim nasional China, Branko Ivanković, baru-baru ini berbicara dalam wawancara eksklusif dengan media dalam negeri. Ia menanggapi perdebatan tentang taktik “gelandang bertahan tunggal” serta kekalahan telak 0–7 dari Jepang yang sempat menghebohkan publik.

Saat mengenang pertandingan melawan Jepang, Ivanković berkata dengan jujur:
“Jelas, kekalahan 0–7 dari Jepang adalah hasil yang paling jauh dari rencana saya. Laga itu benar-benar melenceng dari strategi yang kami siapkan. Sayangnya, pertandingan tersebut menunjukkan bahwa tim kehilangan kepercayaan diri dan terlalu takut menghadapi lawan sekuat Jepang. Kami hanya tertinggal 0–1 di babak pertama, tapi gol kedua di menit akhir membuat tim hancur secara mental dan kehilangan keyakinan. Akhirnya, semuanya runtuh.”

Menanggapi kritik soal formasi ‘single pivot’ dan posisi gelandang bertahan tunggal, Ivanković menjelaskan:
“Dalam sepak bola modern, menggunakan satu gelandang bertahan adalah tren global. Filosofi saya adalah bermain lebih menyerang, menambah jumlah pemain di area ofensif, dan meningkatkan efektivitas. Kita tahu di Piala Asia lalu, China tidak mencetak satu gol pun — baik melawan Qatar, Lebanon, maupun Tajikistan. Saya ingin mengubah itu, membuat tim lebih agresif dan percaya diri. Sistem dua gelandang bertahan terlalu defensif dan konservatif, dan saya ingin mengubah mentalitas tersebut. Dalam beberapa laga, sistem ini sebenarnya sudah menunjukkan hasil positif.”

Ketika ditanya apakah timnas China kekurangan seorang “otak di lini tengah,” Ivanković tak ragu menjawab:
“Saya sepenuhnya setuju. Setiap tim besar membutuhkan seorang pemimpin di lapangan — pemain yang bisa mengatur tempo, menginspirasi rekan-rekannya, dan tampil menonjol di saat sulit. Dialah ‘otak’ dari tim tersebut. Tanpa sosok seperti itu, tim akan kesulitan menjaga arah permainan dan semangat. Dan itu, menurut saya, adalah salah satu masalah utama timnas China saat ini.”

接著讀