2026年9月10日

Menjelang Ledakan AI Glasses: Apa Sinyal di Balik Taruhan Besar Para Raksasa Teknologi? Produsen Optik, Display, dan Chip Diprediksi Terus Mendapat Angin Segar

Ledakan Besar AI Glasses Makin Dekat, Para Raksasa Teknologi Berebut Posisi Saat ini, industri AI gl...

Ledakan Besar AI Glasses Makin Dekat, Para Raksasa Teknologi Berebut Posisi

Saat ini, industri AI glasses tengah memasuki fase “perebutan pantai” yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada pukul 2 dini hari waktu Beijing, Google menggelar acara khusus Android XR yang menampilkan berbagai fitur terbaru Galaxy XR, sekaligus mengungkap perkembangan terbaru proyek AI glasses, skenario penggunaannya, serta sejumlah teknologi mutakhir. Dalam siaran langsung tersebut, Google juga memastikan bahwa AI glasses hasil kolaborasinya dengan Samsung, Warby Parker, dan Gentle Monster akan resmi diluncurkan tahun depan.

Tidak hanya Google, dalam kurun waktu kurang dari setengah bulan, beberapa raksasa teknologi lain juga bergerak agresif. Alibaba merilis Quark AI Glasses S1 secara penuh pada 27 November dan langsung menduduki puncak penjualan kategori kacamata pintar di Tmall, JD.com, dan Douyin. Sementara itu, Li Auto yang terjun lintas industri juga meluncurkan AI glasses Livis ke tahap pre-order pada 4 Desember dan mencatat penjualan lebih dari 30.000 unit hanya dalam waktu tiga jam.

Mengapa para raksasa teknologi kompak bertaruh di sektor ini? Sejumlah pelaku industri menilai bahwa langkah masif ini mengirimkan satu sinyal kuat: AI glasses sedang diposisikan sebagai pintu masuk utama generasi baru interaksi manusia dan mesin. Seiring terbentuknya ekosistem baru ini, para produsen layar optik, komponen struktural, hingga chip berkinerja tinggi dipastikan akan menjadi pemain penting dalam rantai industri.

Antara Antusiasme Online dan Realita Offline

Namun demikian, hasil pantauan di lapangan menunjukkan gambaran yang sedikit berbeda dibandingkan lonjakan penjualan online. Toko-toko offline saat ini masih didominasi aktivitas uji coba, belum sampai pada tingkat pembelian massal. Banyak konsumen mengeluhkan bobot yang terasa menekan, daya tahan baterai yang terbatas, tampilan yang kurang jelas di bawah cahaya kuat, serta keterlambatan respons perintah suara. Di saat yang sama, beberapa produk AI glasses generasi awal pun mulai memasuki fase diskon.

Di satu sisi, tingkat pengakuan terhadap kepraktisan produk mulai meningkat. Di sisi lain, berbagai keterbatasan pengalaman pengguna masih menuai kritik. Para analis menilai bahwa AI glasses kini sedang bergerak dari fase “hype konsep” menuju tahap “pembuktian kegunaan”. Tantangan terbesar yang harus dipecahkan seluruh produsen adalah mengatasi dilema tiga serangkai: bobot, daya tahan baterai, dan performa. Sementara itu, skenario penggunaan berfrekuensi tinggi serta sektor bernilai tambah seperti medis dan industri dipandang sebagai arah terpenting untuk terobosan berikutnya.

Minat Beli Meningkat, Sekadar Coba-coba atau Kebutuhan Nyata?

Dalam ajang Android XR milik Google, demo langsung memperlihatkan bagaimana AI glasses diterapkan di kehidupan sehari-hari. Melalui sudut pandang orang pertama, perangkat ini mampu memberikan rekomendasi tempat makan, navigasi, penandaan lokasi, hingga dokumentasi foto dalam kegiatan perjalanan. Bahkan di bandara, pengguna cukup memesan layanan transportasi dan langsung diarahkan menuju titik penjemputan tanpa perlu mengeluarkan ponsel. Google menegaskan bahwa produk tersebut siap dipasarkan tahun depan.

Quark AI Glasses S1 dari Alibaba juga mendapat sambutan luar biasa di pasar. Setelah merajai berbagai platform e-commerce, hingga 9 Desember pukul 06.00, produk ini telah terjual lebih dari 8.000 unit di toko resmi Taobao dengan harga promo 3.999 yuan. Saat ini produk dijual dalam skema rilis terbatas harian dengan estimasi pengiriman maksimal 45 hari.

Di sisi offline, antusiasme pun semakin terlihat. Di pusat perbelanjaan seperti MixC Mall Hangzhou, antrean panjang untuk mencoba AI glasses mulai menjadi pemandangan umum. Pihak Doktor Glasses juga mengonfirmasi bahwa minat konsumen terhadap kacamata pintar terus meningkat sepanjang tahun ini. Meski demikian, penjualan di toko fisik masih relatif terbatas dibandingkan pesanan online.

Salah satu gerai Baodao Glasses di Shanghai mengungkapkan bahwa meski pengunjung cukup ramai mencoba Quark S1, dalam beberapa hari terakhir hanya terjadi dua transaksi nyata. Sebabnya, banyak konsumen memilih menunggu ulasan dari pengguna lain sebelum memutuskan membeli. Produk non-resep membutuhkan waktu pengambilan sekitar 7–10 hari kerja, sedangkan versi resep bisa mencapai 20 hari.

Produk lain seperti AI glasses dari Xiaomi bahkan sudah mulai turun harga. Di salah satu gerai Mi Home, staf toko menyebutkan bahwa harga kini telah turun menjadi hanya 2.599 yuan.

Strategi Harga Membentuk Struktur Pasar

Hasil wawancara menunjukkan bahwa model dasar di kisaran harga 1.500 yuan menjadi produk dengan volume penjualan tertinggi. Sebaliknya, produk premium di atas 3.000 yuan menghadapi sorotan terkait kesesuaian antara fitur dan harga. Respons pasar membuktikan bahwa segmen terjangkau menjadi pendorong awal aktivasi pasar konsumen.

Menurut peneliti Zhongyan Puhua, Hong Qianjin, produk harga rendah bertujuan menurunkan ambang pengalaman dan membentuk kebiasaan pengguna. Sementara produk kelas atas mengandalkan keunggulan ekosistem serta integrasi perangkat keras untuk menyasar segmen pengguna yang siap membayar lebih demi pengalaman lengkap.

Data juga menunjukkan bahwa pembeli utama AI glasses adalah pria berusia 20–35 tahun dengan porsi lebih dari 85%. Mereka umumnya penggemar teknologi, profesional bisnis, dan pekerja komuter. Penggunaan utama meliputi aktivitas luar ruang, fotografi perjalanan, navigasi harian, penerjemahan real-time, dan pencatatan rapat.

Meski demikian, visi “asisten AI sepanjang hari” masih belum sepenuhnya tercapai. Keterbatasan pengalaman pengguna membuat tingkat pengembalian barang di sejumlah platform, seperti Douyin, mencapai 40–50%. AI glasses saat ini masih berada di titik peralihan dari produk eksploratif menuju kebutuhan nyata.

IDC mencatat bahwa pada paruh pertama 2025, pengiriman global kacamata pintar mencapai 4,065 juta unit dengan pertumbuhan tahunan 64,2%. Diperkirakan pada 2029, angka tersebut akan menembus 40 juta unit, menandai potensi pertumbuhan jangka panjang yang sangat besar.

Fokus Industri: Sektor Vertikal Bernilai Tinggi Jadi Kunci

Setiap raksasa teknologi memiliki fokus strategi yang berbeda. Alibaba dan Google ingin menguasai pintu masuk data dan lalu lintas pengguna baru, sementara Li Auto memperluas ekosistemnya lewat integrasi dengan sistem kendaraan.

Google saat ini mengembangkan dua tipe AI glasses. Satu model dilengkapi speaker, kamera, dan mikrofon untuk mendukung musik, komunikasi, foto, dan penerjemahan langsung. Model lainnya menggunakan layar kecil untuk menampilkan informasi pribadi secara lebih privat.

Para pakar menilai bahwa tren produk terbaru menampilkan dua ciri utama: penggunaan kamera sebagai standar, audio sebagai fitur dasar, dan layar sebagai opsi tambahan. Selain itu, desain produk semakin ringan serta semakin berfokus pada integrasi dengan AI.

Namun, tantangan teknis tetap besar. Masalah keseimbangan antara bobot, daya tahan baterai, performa, dan harga masih menjadi hambatan utama. Kendala seperti keterlihatan di bawah cahaya kuat, konsumsi daya chip AI, keterlambatan suara, serta adaptasi bagi pengguna rabun juga masih belum sepenuhnya teratasi.

Untuk mengatasi hambatan ini, diperlukan inovasi kolaboratif lintas rantai pasok, mulai dari material baterai baru, chip berdaya rendah, hingga desain struktur super ringan.

Produsen Optik dan Chip Muncul sebagai Pemain Kunci

Seiring meningkatnya investasi dari para raksasa teknologi, perusahaan rantai pasok di sektor layar optik, struktur, dan chip berperforma tinggi turut bersiap menikmati lonjakan permintaan.

Sistem tampilan AI glasses terdiri dari kombinasi mikro-display seperti LCOS, DLP, Micro OLED, dan Micro LED, serta solusi optik seperti freeform, prisma, dan waveguide. Teknologi waveguide yang dipadukan dengan Micro LED dinilai paling menjanjikan karena mampu menghasilkan tampilan tipis dengan bidang pandang luas dan kualitas gambar tinggi.

Di sektor chip, AI glasses sangat bergantung pada sistem SoC yang mengintegrasikan CPU, GPU, dan NPU. Quark S1 sendiri mengusung desain dual-chip dengan Qualcomm AR1 dan BES2800 dari Hengxuan.

Sejumlah perusahaan Tiongkok seperti Hengxuan Technology, Crystal-Optech, Goertek, Luxshare Precision, Lens Technology, hingga Desay Battery telah menanamkan posisi di rantai pasok AI glasses dan diproyeksikan terus menikmati pertumbuhan industri.

Hengxuan telah mengonfirmasi bahwa chip mereka telah digunakan secara massal di produk AI glasses milik Xiaomi, Alibaba, dan Li Auto. Sementara Lens Technology memanfaatkan kemampuan manufaktur presisi untuk membantu mitranya Rokid meningkatkan kapasitas produksi waveguide, dengan target pengiriman hingga satu juta unit tahun depan.

Menurut Hong Qianjin, tingkat lokalisasi komponen inti AI glasses di Tiongkok kini telah melampaui 90%. Teknologi kunci seperti waveguide dan Micro LED yang sebelumnya bergantung impor kini telah memasuki tahap produksi massal. Rantai pasok pun tengah bertransformasi dari inovasi tunggal menuju sinergi penuh lintas industri, membentuk ekosistem yang semakin mandiri dan terkendali.

接著讀