2026年9月10日

Bursa Shanghai dan Shenzhen sama-sama mencetak rekor baru—seberapa kuat pasar saham Tiongkok?

(Beijing, 7 Januari) Pasar saham Tiongkok melanjutkan tren kenaikan yang kuat sejak awal tahun. Pada...

(Beijing, 7 Januari) Pasar saham Tiongkok melanjutkan tren kenaikan yang kuat sejak awal tahun. Pada Selasa (6 Januari), Indeks Shanghai Composite kembali mencatat “hari hijau” secara intraday—13 sesi berturut-turut di mana penutupan berada di atas harga pembukaan—sebuah pola yang jarang terjadi dan disebut sebagai rekor terpanjang dalam sekitar tiga dekade. Didukung arus beli yang luas, indeks bertahan di atas level 4.000 dan menorehkan penutupan tertinggi dalam lebih dari sepuluh tahun, menandakan sentimen investor membaik.

Menurut laporan, Shanghai Composite naik 1,5% ke 4.083,67, sementara Shenzhen Component naik 1,4% ke 14.022,55, mendekati level tertinggi dalam hampir empat tahun.

Aktivitas transaksi juga meningkat tajam. Nilai transaksi gabungan bursa Shanghai–Shenzhen mencapai sekitar RMB 2,81 triliun, naik lebih dari RMB 260 miliar dibanding sesi sebelumnya, menjadi volume terbesar dalam sekitar tiga setengah bulan.

Secara keseluruhan, pergerakan saham cukup merata: lebih dari 4.100 saham menguat dan sekitar 150 saham menyentuh batas kenaikan harian (limit up). Sektor sekuritas/broker—yang sering dianggap sebagai indikator arah bull market—tampil dominan dengan sejumlah saham broker melonjak hingga limit up. Sektor logam dasar juga aktif, dengan beberapa emiten besar mencetak rekor harga baru.

Tema teknologi tetap menjadi favorit arus dana. Konsep “brain–computer interface” melanjutkan penguatan, dengan banyak saham terkait kembali limit up. Namun, tidak semua sektor ikut naik; saham peralatan rumah tangga dan perangkat komunikasi justru melemah.

Untuk prospek ke depan, sebagian analis menilai pasar sedang berada pada fase jeda rilis data ekonomi besar dan laporan keuangan, sehingga fokus investor beralih ke ekspektasi kebijakan dan tren industri. Ada pandangan bahwa level 4.000 bisa menjadi titik awal fase baru, membuka peluang reli musiman pada periode awal tahun.

Ekonom menilai ada dua pendorong utama di balik “13 hari hijau”: pertama, kondisi likuiditas yang dinilai mendukung; kedua, meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan seperti potensi penurunan suku bunga, penurunan rasio cadangan wajib, atau dukungan yang lebih kuat untuk sektor properti. Selain itu, siklus teknologi dan naiknya risk appetite dinilai turut memperkuat kenaikan pasar secara lebih luas.

接著讀