2026年9月10日

WTT Champions: Peringkat 6 Dunia Tersingkir! Takluk 2–4 dari Tomokazu Harimoto, Gagal Melaju dalam Perburuan Gelar

Pada 11 Januari (waktu Beijing), ajang WTT Champions Doha terus berlangsung sengit dan kini memasuki...

Pada 11 Januari (waktu Beijing), ajang WTT Champions Doha terus berlangsung sengit dan kini memasuki fase penentuan. Susunan empat besar pun telah resmi terbentuk. Di sektor tunggal putri, semifinal mempertemukan Chen Xingtong melawan Kuai Man, yang berarti timnas Tiongkok sudah memastikan satu tiket final. Semifinal lainnya akan menghadirkan duel menarik antara spesialis chopper Han Ying kontra juara dunia Zhu Yuling. Pertarungan dua pemain berpengalaman ini semakin emosional karena keduanya sama-sama menghadapi tantangan cedera—Han Ying kini berusia 42 tahun, sementara Zhu Yuling yang berusia 31 tahun juga pernah diganggu masalah fisik.

Di perempat final tunggal putra, bintang Jepang Tomokazu Harimoto berhadapan dengan wakil Prancis Félix Lebrun. Keduanya merupakan figur terdepan generasi baru tenis meja dunia. Harimoto yang sudah lama mencuri perhatian saat masih muda kini berada di peringkat 4 dunia, sedangkan Lebrun menempati peringkat 6 dunia dan dikenal sebagai peraih perunggu tunggal putra Olimpiade.

Pertandingan dibuka dengan start kuat dari Lebrun yang merebut gim pertama 11–5. Namun Harimoto segera membalas dengan peningkatan tempo dan kontrol yang lebih rapi. Ia memenangkan dua gim berikutnya 11–4 dan 11–5, sehingga berbalik unggul dalam skor keseluruhan.

Lebrun kemudian menunjukkan ketangguhannya. Pada gim keempat, ia menang 11–4 untuk menyamakan kedudukan. Meski begitu, setelah titik tersebut Harimoto tampil semakin agresif dan konsisten. Ia menutup dua gim krusial berikutnya dengan skor identik 11–9, 11–9, sekaligus memastikan kemenangan 4–2 dan melaju ke semifinal.

Hasil ini membuat Lebrun (peringkat 6 dunia) tersingkir, kalah 2–4 dari Harimoto dan gagal melanjutkan langkah dalam perburuan gelar. Seusai laga, Harimoto menegaskan bahwa setiap gim terasa berat, dan tidak ada satu pun yang bisa ia menangkan dengan mudah. Ia juga mengungkapkan bahwa baik saat unggul maupun tertinggal, fokusnya tidak berubah: poin terakhir adalah penentu kemenangan, sehingga ia memilih tidak terlalu memikirkan naik-turun momentum.

Harimoto pun terlihat berada dalam kondisi mental yang sangat baik. Menariknya, pada final turnamen penutup musim tahun lalu, Harimoto juga pernah mengalahkan Lebrun dan akhirnya keluar sebagai juara. Karena itu, Harimoto mengakui bahwa bisa menang dua kali atas lawan sekuat Lebrun bukan perkara mudah—dan ia benar-benar senang dengan pencapaian tersebut. Menatap semifinal, Harimoto menegaskan bahwa tantangan berikutnya juga tidak kalah berat. Ia akan merespons kemenangan ini dengan serius, membawa tekad kuat untuk merebut gelar juara di Doha, dan mempersiapkan diri sepenuhnya untuk laga berikutnya.

Sementara itu, perebutan tiket empat besar lainnya menghadirkan performa luar biasa dari andalan Chinese Taipei, Lin Yun-Ju. Ia tampil meledak-ledak dan menyapu bersih wakil Jepang Matsushima dalam empat gim, menang telak 4–0. Sepanjang turnamen ini, Lin menunjukkan performa yang sangat solid—pada babak sebelumnya ia juga menang tanpa kehilangan gim, termasuk saat menyingkirkan juara dunia Ovtcharov.

Dengan demikian, semifinal tunggal putra kini telah ditetapkan: Lin Yun-Ju vs Tomokazu Harimoto, serta Lin Shidong vs veteran Korea Selatan Jang Woo-jin.

Dalam wawancara pascalaga, Lin Yun-Ju mengatakan bahwa sejak awal ia bermain sangat aktif, terutama pada fase servis dan receive. Ia berani mengambil risiko untuk menyerang, dan banyak eksekusinya berjalan sukses—sehingga ia merasa penampilannya cukup memuaskan. Menghadapi Harimoto di semifinal, Lin mengakui lawannya adalah sosok yang sangat kuat dan “sangat sulit dimainkan.” Namun ia berharap bisa tampil habis-habisan dan bertarung sepenuhnya pada laga berikutnya.

Lin Yun-Ju dan Harimoto juga dikenal sebagai rival lama yang saling memahami gaya permainan masing-masing. Dalam pertemuan terakhir, Lin bahkan mencatat dua kekalahan beruntun dari Harimoto—membuat duel semifinal ini semakin dinantikan sebagai babak baru dari rivalitas yang selalu penuh tensi.

接著讀