2026年9月12日

Apa yang Terjadi Jika Iran Menutup Selat Hormuz? Jalur Minyak Global dalam Bahaya

Setelah serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir utama Iran, muncul kekhawatiran bahwa Teheran mu...

Setelah serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir utama Iran, muncul kekhawatiran bahwa Teheran mungkin menutup Selat Hormuz sebagai bentuk pembalasan. Selat ini merupakan jalur pengiriman utama bagi sekitar 25% minyak mentah global dan lebih dari seperlima pasokan LNG. Gangguan apa pun dapat memicu lonjakan harga minyak dan mengguncang stabilitas ekonomi global.

Meski Iran belum pernah benar-benar menutup Selat Hormuz, negara ini telah beberapa kali menahan kapal untuk menunjukkan kekuatan politiknya. Dari menyita kapal terkait Israel hingga aksi balasan terhadap sanksi AS, Iran sering menggunakan wilayah ini sebagai alat tekanan.

Amerika Serikat telah merespons ancaman ini dengan patroli militer dan aliansi maritim multinasional, meskipun perhatian dunia kini juga tertuju pada Laut Merah akibat serangan kelompok Houthi. Namun, Selat Hormuz tetap menjadi titik rawan strategis.

Negara-negara seperti Irak, Qatar, dan Kuwait sangat bergantung pada selat ini untuk ekspor minyak, sementara Arab Saudi dan UEA memiliki pipa darat yang dapat mengurangi ketergantungan.

Dengan meningkatnya ketegangan, Selat Hormuz bukan sekadar jalur energi—tetapi juga indikator utama risiko geopolitik dunia.

接著讀