2026年9月10日

“Lippi” Berikutnya! Setién Ucapkan Selamat Tinggal dengan Haru: “Saya Semakin Mencintai Tiongkok”

“Saya semakin mencintai Tiongkok.” — kalimat perpisahan Quique Setién sebelum naik pesawat membuat b...

“Saya semakin mencintai Tiongkok.” — kalimat perpisahan Quique Setién sebelum naik pesawat membuat banyak penggemar menitikkan air mata.

Pagi hari 8 Oktober, mantan pelatih Beijing Guoan itu berangkat ke Madrid, menandai akhir dari 300 hari perjalanan kepelatihannya di Tiongkok. Dengan suara bergetar ia berkata:

“Waktu ini membuat saya mengenal negara baru yang luar biasa. Saya semakin mencintai Tiongkok dan para penggemarnya. Jika suatu hari Guoan menjadi juara, saya akan merayakannya bersama kalian — seolah saya masih di sini.”

Ucapan tulus itu langsung mengingatkan publik pada Marcello Lippi, pelatih legendaris yang juga meninggalkan cinta mendalam bagi sepak bola Tiongkok.

Sebelum berangkat, Setién mengaku sedih dan berat hati meninggalkan negeri ini. Di bandara, ia menyampaikan pesan menyentuh kepada pemainnya, Zhang Yuan:

“Saya akan tetap menonton pertandinganmu dari Spanyol dan mengirimkan masukan, baik kelebihan maupun kekuranganmu.”

Keduanya berpelukan haru — momen yang melintasi batas negara dan bahasa. Sang pelatih berusia 67 tahun menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang strategi, tetapi juga tentang hubungan manusia yang tulus.

Setién bahkan berkata:

“Jika Guoan menjadi juara, saya akan merayakannya bersama kalian.”
Kalimat ini mengingatkan pada janji Lippi di tahun 2017:
“Jika tim Tiongkok lolos ke Piala Dunia 2030, saya akan merayakannya sambil bertopang tongkat.”

Dua pelatih dunia, dua zaman berbeda, tetapi dengan cinta dan rasa hormat yang sama terhadap sepak bola Tiongkok.

Keduanya juga berbagi nasib serupa: datang ke Tiongkok di akhir karier, bekerja keras sepenuh hati, namun harus pergi sebelum mencapai puncak.
Setién mencatat 19 kemenangan, 7 seri, dan 5 kekalahan — belum cukup untuk merebut gelar, tetapi ia meninggalkan negeri ini tanpa penyesalan, hanya dengan doa dan penghargaan.

Dari Barcelona hingga Beijing, perjalanan Setién mungkin singkat, namun penuh makna dan kasih.
Seperti kata Lippi dulu: “Saya akan merayakan kemajuan sepak bola Tiongkok, bahkan dengan tongkat.”
Kini Setién memberikan janji yang sama — membuktikan bahwa keindahan sejati sepak bola bukan pada menang atau kalah, melainkan pada cinta dan persahabatan yang melampaui batas negara.

接著讀