2026年9月10日

OpenAI Punya Uang Tak Terbatas? Gelembung AI Mengingatkan pada Era Dot-Com

OpenAI kembali memicu euforia pasar. Dalam waktu sebulan, perusahaan raksasa seperti Broadcom, Oracl...

OpenAI kembali memicu euforia pasar. Dalam waktu sebulan, perusahaan raksasa seperti Broadcom, Oracle, NVIDIA, dan AMD mengalami lonjakan harga saham setelah mengumumkan kerja sama dengan OpenAI — menambah nilai pasar gabungan hingga triliunan dolar AS.

Broadcom “Menang Dua Kali”

Saham Broadcom naik 10% setelah mengumumkan kolaborasi dengan OpenAI untuk mengembangkan chip AI khusus. Nilai pasarnya kini hampir mencapai 1,7 triliun dolar AS, melampaui TSMC dan hanya kalah dari NVIDIA. Ini adalah kali kedua saham Broadcom melonjak karena OpenAI, setelah sebelumnya diduga menerima pesanan misterius senilai 10 miliar dolar AS dari OpenAI.

Serangkaian Kesepakatan Raksasa

Dalam sebulan terakhir, OpenAI menandatangani beberapa kerja sama besar:

  • Kesepakatan layanan cloud senilai 300 miliar dolar AS dengan Oracle;
  • Investasi dan pembelian chip hingga 100 miliar dolar AS dengan NVIDIA;
  • Kerja sama dengan AMD untuk prosesor berkapasitas 6 GW;
  • Pengembangan bersama chip AI 10 GW dengan Broadcom.

Kesepakatan ini memperkuat kapasitas komputasi OpenAI dan mendiversifikasi pasokan chip, sekaligus memicu kenaikan harga saham para mitranya.

Biaya Ekspansi yang Besar

Meski pendapatannya tumbuh pesat, OpenAI masih merugi besar. Kerugian bersih tahun lalu mencapai sekitar 4 miliar dolar AS dan diperkirakan naik dua kali lipat tahun ini. CEO Sam Altman berencana menggelontorkan lebih dari 115 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan untuk membangun pusat data — jauh melebihi dana yang tersedia.

Untuk mengurangi tekanan keuangan, OpenAI menggunakan skema “investasi untuk pembelian” dengan produsen chip seperti NVIDIA dan AMD, menukar potensi pertumbuhan masa depan dengan dukungan perangkat keras saat ini.

Tanda-Tanda Gelembung

Dengan valuasi lebih dari 500 miliar dolar AS, OpenAI kini menjadi startup paling bernilai di dunia. Elon Musk mengkritik valuasi tersebut sebagai berlebihan dan memperingatkan adanya “gelembung AI.” Bahkan Altman sendiri mengakui bahwa pasar AI sedang berada dalam fase gelembung.

Banyak ekonom membandingkan tren ini dengan gelembung dot-com di awal tahun 2000-an — ketika keyakinan terhadap teknologi internet mendorong valuasi berlebihan sebelum akhirnya runtuh. Kini, risiko pasar semakin terpusat pada segelintir raksasa teknologi.

Antara Optimisme dan Kehati-hatian

Pihak optimis menilai industri AI dan semikonduktor saat ini lebih kuat secara fundamental, dengan arus kas yang stabil dan permintaan tinggi. Dengan kebijakan suku bunga yang menurun, risiko kejatuhan pasar juga lebih kecil dibandingkan tahun 2000 atau 2008.

Namun, apakah investasi besar OpenAI dapat menghasilkan keuntungan yang sepadan masih menjadi pertanyaan. Apakah ini revolusi teknologi sejati, atau sekadar permainan modal yang berulang?

接著讀