2026年9月10日

Zhang Linghe Dikritik sebagai “Jenderal Foundation” dalam Zhu Yu — Media Resmi Soroti Standar Visual yang Mengalahkan Nilai

Drama sejarah romantis China Zhu Yu yang dibintangi oleh Zhang Linghe dan Tian Xiwei terus menjadi p...

Drama sejarah romantis China Zhu Yu yang dibintangi oleh Zhang Linghe dan Tian Xiwei terus menjadi perbincangan hangat sejak penayangannya. Baru-baru ini, istilah “jenderal foundation” menjadi trending dan memicu kontroversi luas.

Dalam drama tersebut, karakter jenderal Xie Zheng yang diperankan Zhang Linghe dikritik karena tampil terlalu bersih dan ber-makeup halus. Netizen pun menyindir bahwa ia “tidak lupa berdandan bahkan saat berperang”, bahkan menyebutnya sebagai “jenderal yang bangun jam 4 pagi untuk makeup sebelum perang jam 6.”

Kritik ini turut mendapat perhatian media resmi, yang menilai fenomena ini mencerminkan pergeseran dari nilai substansi menuju obsesi pada penampilan.

Media PLA Daily menegaskan bahwa budaya Tiongkok secara tradisional menjunjung tinggi maskulinitas yang identik dengan keberanian, ketangguhan, dan semangat juang. Namun, beberapa karya modern dinilai telah melembutkan citra tersebut, menghadirkan jenderal dengan tampilan terlalu rapi dan tidak realistis.

Sebagian netizen membandingkan dengan penampilan Peter Ho sebagai Xiang Yu dalam The King’s War yang terlihat lebih kasar dan autentik.

Artikel tersebut menekankan bahwa maskulinitas bukan sekadar tampilan luar, tetapi mencerminkan tanggung jawab dan semangat pengabdian. Meski seni memiliki kebebasan estetika, penggambaran yang terlalu “dipoles” dapat mengurangi nilai keaslian dan makna cerita.

Akun resmi “Zhejiang Propaganda” juga menyatakan bahwa kritik muncul karena ketidaksesuaian antara identitas karakter dan visualisasi. Meskipun mengikuti deskripsi karakter dalam novel, jika hasilnya terasa tidak realistis, hal ini berpotensi memengaruhi cara pandang generasi muda terhadap budaya.

Lebih lanjut, dalam konteks globalisasi drama China, pendekatan seperti ini juga berisiko menimbulkan kesalahpahaman bagi penonton internasional.

Media Shanghai Observer menambahkan bahwa kritik publik bukan ditujukan pada ketampanan, melainkan pada kurangnya keaslian—ketika visual yang terlalu sempurna justru mengorbankan kredibilitas karakter dan kekuatan cerita.

接著讀